slider

Qiyas Asy-Syafi’i Hanyalah Sekadar Membatasi Kebebasan Berpikir, benarkah?

 Tulisan yang dimuat di http://www.siperubahan.com/read/1444/Pengaruh-Filsafat-Yunani-dalam-Pemikiran-Hukum-Islam semakin dibaca, semakin jelas kengawuran sang penulis. Dalam sebuah stetemennya, ia mengatakan, “Pengertian qiyas di masa asy-Syafi’i hanyalah sekadar membatasi kebebasan berpikir”.     Perkataan ini jelas muncul dari mereka yang tidak mendalami kiyas. Bagi pengkaji ushul fikih yang masih pemula saja, akan mengetahui bahwa kiyas sama sekali diletakkan bukan untuk membatasi kebebasan berfikir. Justru …

Read More »

Implikasi larangan

Ungkapan kalimat yang berbentuk larangan (al-nahy) memiliki beberapa makna, seperti menunjukkan bahwa perbuatan tersebut haram, makruh, doa, rasa putus asa, anjuran dan seterusnya. Karena perbedaan makna dibalik ungkapan kalimat tersebut, berimplikasi terhadap perbedaan interpretasi para ulama mengenai makna yang sesungguhnya (haqîqiy) dari lafazh tersebut. Dari sini juga berimplikasi pada perbedaan mereka dalam pengambilan ketetapan hukum dari ungkapan larangan (al-nahy) yang …

Read More »

Lanjutan Larangan (Nahiy)

Perintah untuk meninggalkan suatu perbuatan. Contoh: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”. (QS. Al-Maidah: 90). Celaan atas orang yang melaksanakan suatu perbuatan …

Read More »

Terminologi Atas Perkara Politik; Al-Amr

Seperti yang sudag disinggung sebelumnya bahwa istilah Imam dan Imamah dengan makna politik, muncul pasca wafatnya Rasulullah saw. Umumnya memang untuk julukan pemimpin negara, mereka menggunakan kata Imam atau Imamah. Hanya saja, jika terkait dengan tanggungjawab politik, istilah yang dipakai biasanya digunakan kata al-amr. Al-amr sendir artinya secara bahasa adalah suatu perkara, urusan atau persoalan. Maksudnya adalah bahwa persoalan politik …

Read More »

Apakah Imam Syafii Bisa Bahasa Yunani?

  Imam Syafii dianggap mengadopsi logika Yunani dalam kitab ar-Risalahnya. Di antara alasannya adalah bahwa Imam Syafii bisa berbahasa Yunani. Berikut pernyataan lengkapnya: Asy-Syafi’i sejak awal sudah terpengaruh logika Aristoteles dengan tiga alasan. Pertama, logika Aristoteles telah masuk ke dunia Islam melalui ilmu kalam dan imam asy-Syafi’i juga seorang teolog. Kedua, asy-Syafi’i menguasai bahasa Yunani sebagaimana keterangan yang dibuat oleh …

Read More »

Benarkah Imam asy-Syafi’i Seorang Teolog?

Dalam sebuah artikel yang dimuat di siperubahan.com, penulis berusaha membuktikan bahwa kiyas imam Syafii benar-benar berasal dari Arestoteles. Untuk menguatkan argumennya, penulis menggunakan tiga bukti, dengan mengatakan sebagai berikut:   Asy-Syafi’i sejak awal sudah terpengaruh logika Aristoteles dengan tiga alasan. Pertama, logika Aristoteles telah masuk ke dunia Islam melalui ilmu kalam dan imam asy-Syafi’i juga seorang teolog. Kedua, asy-Syafi’i menguasai …

Read More »

Kritik Imam Amidi Atas Kiyas Ghaib Ala Syahid

Kiyas ghaib ala syahid seperti disebutkan di atas, mendapatkan kritik dari imam amidi. Menurutnya, argumen had, illat, syarat dan dilalah, mempunyai titik kelemahan. Kritik imam amidi berdasarkan argumen berikut: Kelemahan dari sisi had: Jika dikatakan bahwa di alam fisik sesuatu dikatakan alim karena ia punya ilmu, maka hal ini bisa dikiyaskan ke alam metafisik. Dengan kata lain, sifat ilmu di …

Read More »

Benarkah Kiyas Syafii Mengadopsi Dari Logika Yunani?

Beberapa waktu lalu, saya membaca tulisan di siperubahan.com, yang menurut hemat penulis banyak terjadi kesalahan fatal. Artikel tersebut nampak sekali ingin menunjukkan mengenai superioritas Barat terhadap ajaran Islam namun tanpa didasari dengan kajian obyektif. Artikel tersebut juga melihat piranti ijtihad yang dihasilkan oleh ulama islam cenderung bermuatan politis dan dipengaruhi oleh geopolitik yang muncul pada waktu itu.   Sepintas, artikel tadi …

Read More »

Jawaban Sederhana Terkait Apologi “Tuhan Membusuk”

Setelah spanduk dengan tulisan “Tuhan Membusuk” tersebar di mana-mana, banyak apologi yang dikeluarkan oleh pembela kalimat tersebut. Mereka mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Tuhan bukanlah Allah, namun berhala-berhala yang ada dalam diri manusia, atau Tuhan materialism dan lain sebagainya. Tuhan itulah yang sesungguhnya dimaksud dengan “Tuhan Membusuk”.   Ada jawaban sederhana terkait dengan berbagai apoligi di atas. Dalam penulisan jurnalistik …

Read More »

Larangan (Nahiy)

Nahiy secara etimologi adalah larangan dan cegahan. Sementara secara terminologi adalah perintah dari orang yang lebih tinggi untuk tidak melaksanakan suatu perbuatan dengan ungkapan yang menunjukkan makna larangan. Bentuk ungkapan kata (shîghah) yang digunakan dalam larangan (nahy). Biasanya larangan (nahy) dalam bahasa Arab menggunakan standar (wazn) “lâ taf’al”. Contoh: وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَاً Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina”. (QS. Al-Isra: …

Read More »