Oleh: Ustadzah Suaebah binti Sayidi, Lc, M.S.I
Bahasa Arab: Kunci Memahami Al-Qur’an dan Sunnah
Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw. adalah dua sumber utama ajaran Islam. Keduanya diturunkan dalam bahasa Arab. Tanpa memahami bahasa ini, kita akan kesulitan dalam menggali makna dan hikmah yang terkandung di dalamnya secara mendalam.
Sebuah riwayat dari Umar bin Khattab ra. menunjukkan pentingnya pemahaman Bahasa Arab dalam konteks syariat. Beliau berkata: ”Pelajarilah Bahasa Arab, sesungguhnya ia adalah bagian dari agama kalian.”
Meskipun status hadis ini menjadi perdebatan, namun maknanya sejalan dengan semangat dan tujuan syariat, yaitu untuk mempermudah pemahaman Al-Qur’an dan sunnah.
Bahasa Ibadah
Banyak ibadah dalam Islam yang menggunakan. Bahasa Arab, seperti salat. Seluruh bacaan salat, mulai dari takbiratul ihram hingga salam, diucapkan dalam Bahasa Arab. Dengan memahami arti setiap bacaan, seseorang dapat meningkatkan kekhusyukan dan penghayatan dalam ibadahnya. Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw. bersabda:
”Sesungguhnya di antara manusia ada yang mengerjakan salat tapi tidak mendapatkan dari salatnya sedikit pun kecuali letih.” (HR. Ibnu Majah)
Hadis ini secara tidak langsung menunjukkan pentingnya kehadiran hati dan pemahaman dalam salat. Pemahaman makna bacaan-bacaan salat, yang semuanya berbahasa Arab, merupakan salah satu cara untuk mencapai kekhusyukan tersebut.
Bahasa Arab: Alat Menjaga Kemurnian Ajaran
Dengan menguasai Bahasa Arab, seorang Muslim dapat mengakses langsung sumber-sumber primer ajaran Islam, seperti kitab-kitab tafsir, hadis, dan fiqih. Hal ini membantu kita terhindar dari pemahaman yang keliru atau penyimpangan yang mungkin timbul akibat terjemahan.
Rasulullah saw. bersabda:
”Barang siapa yang berfatwa dengan tidak bersumber dari ilmu, maka dosanya menjadi tanggungannya.”
(HR. Abu Dawud)
Hadis ini menyiratkan bahwa pemahaman yang mendalam tentang ilmu agama harus bersumber dari dalil yang kuat, dan hal ini sulit dicapai tanpa pemahaman Bahasa Arab yang baik.
Pentingnya Bahasa Arab juga ditegaskan oleh para ulama terkemuka.
Imam Syafi’i rahimahullah berkata:
”Hendaklah setiap Muslim berusaha untuk menguasai Bahasa Arab sebatas kemampuannya, sehingga ia dapat bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, serta membaca Kitab Allah.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyatakan:
”Sesungguhnya Bahasa Arab adalah syiar Islam dan kaum muslimin. Menguasainya merupakan bagian dari syiar (simbol) agama.”
Ungkapan-ungkapan ini mempertegas bahwa mempelajari Bahasa Arab bukan hanya tentang aspek linguistik, tetapi juga memiliki kedudukan spiritual dan keagamaan yang tinggi dalam Islam. Bahasa ini adalah jembatan yang menghubungkan seorang Muslim dengan warisan ajaran Islam yang murni.


