Di era digital saat ini, sering kali kita mendengar slogan untuk “langsung kembali kepada Al-Quran dan Sunnah.” Memang benar bahwa kedua hal tersebut adalah sumber hukum tertinggi dalam Islam. Namun, mengabaikan metode dan hasil ijtihad para ulama madzhab demi langsung merujuk pada teks-teks primer tanpa bekal ilmu yang mumpuni justru merupakan sebuah langkah yang kurang bijaksana. Bermadzhab bukan berarti mengesampingkan …
Read More »slider
Imam Syafii: Jika sebuah hadis shahih, maka itulah mazhabku
Perkataan Imam Asy-Syafi’i yang sangat masyhur: إِذَا صَحَّ الْحَدِيثُ فَهُوَ مَذْهَبِي Jika sebuah hadis shahih, maka itulah mazhabku Pernyataan ini merupakan prinsip besar dalam fikih. Namun, kalimat ini sering kali disalahpahami oleh sebagian orang yang mengira bahwa setiap kali seseorang menemukan hadis shahih, mereka bisa langsung mengklaimnya sebagai mazhab Syafi’i, meskipun bertentangan dengan fatwa resmi muktamad dalam mazhab. Seruan …
Read More »Menyelaraskan Madzhab dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah: Memahami Akar Perbedaan Secara Bijak
Seringkali muncul anggapan keliru yang membenturkan antara mengikuti madzhab dengan mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah. Seolah-olah, ketika seseorang bermadzhab, ia sedang berpaling dari dua sumber utama hukum Islam tersebut. Pemikiran seperti ini perlu diluruskan dengan memahami hakikat dan metodologi yang mendasari ijtihad para imam madzhab. Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Asy-Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hanbal (rahimahumullah)—memiliki komitmen yang sama: menjadikan …
Read More »Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim
Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara Allah menghidupkan makhluk yang mati adalah sebuah narasi indah tentang pencarian ketenangan jiwa (tuma’ninah). Kisah yang diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 260 ini membuktikan bahwa keraguan, rasa penasaran, dan pencarian kemantapan iman adalah hal yang sangat manusiawi, bahkan bagi seorang kekasih Allah (Khalilullah). Di …
Read More »Soal Fatwa Tahlilan di Muhammadiyah; Memahami Fiqhul Waqi’ (Fikih Realitas)
Fatwa adalah sebuah produk ijtihad yang dinamis, berfungsi sebagai kompas moral dan hukum, namun tidak bersifat mengikat secara mutlak. Jika ditelisik dari akar bahasanya, kata fatwa—yang berasal dari istilah al-fatwa atau al-futya—secara sederhana memiliki arti sebagai sebuah jawaban, penerang, atau penjelasan gamblang atas suatu problematika yang dihadapi manusia. Namun, ketika masuk ke dalam ranah syariat Islam, makna fatwa menjelma menjadi …
Read More »Dai AI, Ancaman atau Peluang?
Dunia terus berputar. Medan dakwah pun tak lagi sebatas mimbar kayu di sudut masjid atau majelis taklim yang sunyi. Hari ini, mimbar dakwah telah berpindah ke layar smartphone yang ada di genggaman setiap orang. Jika para dai ingin pesan kebaikan bisa tersampaikan secara lebih luas dan bisa menggaet lebih banyak dari kalangan muda, maka berinteraksi dengan zaman adalah sebuah keniscayaan, …
Read More »Jangan Jadi Takfiri: Meneladani Jalan Para Ulama
Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, khususnya garis pemikiran Asy’ariyyah, terdapat sebuah prinsip emas yang dijaga dengan sangat ketat: tidak mudah mengeluarkan sesama Muslim dari lingkaran iman. Selama seseorang masih dikategorikan sebagai Ahlul Qiblah—yaitu mereka yang bersujud menghadap kiblat yang sama, mengesakan Allah, dan mengakui kenabian Muhammad saw maka hak-hak keislamannya tetap terjaga, terlepas dari adanya perbedaan pandangan dalam masalah cabang …
Read More »Harmoni antara akal dan wahyu
Dalamadzhab asy’ari, seperti yang disampaikan oleh Imam al-Ghazali bahwa akal dan wahyu bukanlah dua kutub yang saling berbenturan, melainkan dua cahaya. Imam al-Ghazali dalam kitabnya Ma’arij al-Quds, Misykat al-Anwar dan alniqtishad fil i’tiqad memberikan perumpamaan yang sangat indah untuk menjelaskan hubungan ini. Akal diibaratkan seperti indra internal yang memiliki potensi untuk melihat kebenaran, namun ia memiliki keterbatasan jarak pandang dan …
Read More »Tafwith dan Takwil, Itu untuk Tanzih Mutlak
Dalam bangunan teologi Asy’ariyah, terdapat sebuah prinsip emas yang menjadi ruh bagi seluruh pemikiran mereka: Tanzih, yakni upaya menyucikan Allah dari segala sifat kekurangan dan keserupaan dengan makhluk. Saat berhadapan dengan teks-teks Al-Qur’an atau Hadis yang menyebutkan sifat-sifat lahiriah (seperti “tangan”, “wajah”, atau “datangnya Tuhan”), madzhab ini menawarkan dua jalan utama yang harmonis, yaitu Tafwidh dan Takwil. Tafwidh sering disebut …
Read More »Imam as-Sanusi: Ulama Pembaharu Kalam Asy’ari
Imam as-Sanusi bukan sekadar seorang penyambung lidah bagi mazhab Asy’ariyah; ia adalah seorang arsitek intelektual yang merenovasi bangunan kalam agar tetap kokoh berdiri di tengah badai filsafat dan kerumitan logika masanya. Di tangannya, teologi yang tadinya terasa sangat elitis dan dipenuhi perdebatan sengit, berubah menjadi aliran yang mengalir jernih, masuk ke ruang-ruang kelas madrasah/Pondok pesantren hingga ke lubuk hati masyarakat …
Read More »