Belakangan kita sering membaca berita seputar tawuran pelajar. Di beberapa kasus bahkan sampai memakan korban jiwa. Selain tawuran, pelajar juga dihantui oleh miras, narkoba dan pergaulan bebas. Tentu sangat memprihatinkan, pelajar yang tugas utamanya adalah menuntut ilmu, namun yang terjadi justru dekadensi moral. Pelajar yang semestinya sebagai penggerak motor keilmuan, malah banyak yang jatuh ke prilaku amoral. Pertanyaannya, ada …
Read More »slider
Ilmu Umum Di Pesantren Bagian Dari Islamisasi Ilmu Pengetahuan, Benarkah?
Sebelumnya sempat saya singgung bahwa visi misi pesantren umumnya adalah membentuk kader ulama yang mumpuni dan berakhlak mulia. Untuk itu, santri dibekali dengan berbagai ilmu keislaman sebagai bagian dari spesialisasi dalam sistem pendidikan pesantren. Materi keagamaan yang dibebankan pesantren kepada para santri cukup banyak, dari ilmu nahwu, sharaf, balaghah, hadis, ulumul hadis, ulumul quran, tafsir, tasawud dan lain sebagainya. Meski …
Read More »Problem Pesantren; Meski Tidak Sesuai Visi-Misi, Tetap Harus Ikut Ujian Nasional
Di Indonesia, ada sistem pendidikan keagamaan yang cukup khas dan merubakan bagian dari sejarah panjang pendidikan nasional. Sistem pendidikan itu adalah pesantren. Ia muncul jauh sebelum sistem pendidikan modern ini ada. Ia muncul bersama dengan penyebaran Islam di Nusantara. Sistem pendidikan pesantren tidak hanya fokus dalam pendidikan agama, namun juga pembentukan karakter anak didik. Agar akhlak santri bisa tertata dengan …
Read More »Hal-hal Yang Diharamkan Bagi Wanita Haid Atau Nifas; Talak
Diharamkan menjatuhkan talak kepada istri ketika ia sedang haid. Jika hal ini sampai terjadi, maka hal ini dianggap sebagai talak bid’i. Hal itu dikarenakan seorang suami dianggap telah memperpanjang masa idahbagi wanita, serta menyalahi aturan Allah sebagaimana tercantum dalam firman-Nya; إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاء فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ وَاتَّقُوا اللَّهَ Artinya: “Apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan …
Read More »Dilâlatu’l Amri ‘Alâ al-Tikrâr
Tikrâr adalah Anda mengerjakan sesuatu kemudian Anda kembali melaksanakan perbuatan tersebut. Pertanyaannya adalah apakah kata perintah (al-amr) tersebut mengharuskan terwujudnya perbuatan secara berulang-ulang? Kata perintah (al-amr), tidak otomatis menunjukkan pada pelaksanaan suatu perbuatan secara berulang-ulang, karena bentuk kata perintah hanya menunjukkan pada pelaksanaan perbuatan saja tanpa ada keharusan untuk melaksanakannya satu kali atau berulang-ulang kali. Pada dasarnya, suatu perbuatan apakah …
Read More »Athard dan Al-Aks
Untuk dapat mengetahui suatu kesimpulan huku, mesti tau dulu mengenai illat hukum tersebut. Hanya saja dalam menentukan suatu illat, tidaklah sederhana. Banyak unsur yang bisa jadi secara kasat mata, ia illat suatu huklum, namun kenyataannya ia bukan illat hukum. Untuk dapat mengetahui kepastian suatu ilat, maka ada beberapa cara yang bisa ditempuh, di antaranya adalah dengan apa yang disebut …
Read More »Sekilas Manhaj Jadal (Ilmu Debat) Dalam Turas Islam
Jika kita membuka buku ilmu kalam, filsafat, ushul fikih bahkan buku tafsir dan fikih, kita akan menemukan gaya penulisan yang cukup unik. Sering sekali, ketika menanggapi pendapat lain yang berbeda, mereka memulai dengan pertanyaan-pertanyaan, lalu memberikan jawaban atas pertanyaan tadi. Kadang lemparan pernyataan hanya sekadar pertanyaan yang dibuat penulis sendiri, atau pertanyaan yang mengandai-andai. Lalu penulis kembali memberikan jawaban atas …
Read More »Hal-hal Yang Diharamkan Bagi Wanita Haid Atau Nifas; Bersetubuh
Diharamkan bagi wanita yang sedang haid dan nifas untuk besetubuh. Diriwayatkan dari hadits Anas bahwa ia berkata, “Jika wanita orang Yahudi sedang haid, mereka tidak diberi makan dan tidak digauli”. Para sahabat bertanya mengenai masalah ini kepada Rasulullah Saw. Maka Allah menurunkan ayat berikut; وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُواْ النِّسَاء فِي الْمَحِيضِ وَلاَ تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىَ يَطْهُرْنَ فَإِذَا …
Read More »Al-Wilayah Wannubuwwah; Menyelami Turats Sufi Ibnu Arabi
Muhyiddin Muhammad bin Ali bin Muhammad al-Andalusi, atau yang dikenal dengan Ibnu Arabi mrupakan ulama sufi yang berasal dari tanah Andalusia. Beliau dilahirkan di desa Mursiyah Andalusia tahun 558 H/1164 M dan wafat pada tahun 638 H/1240 M di Damaskus. Di kalangan kaum sufi, banyak gelar dan julukan yang disematkan kepada beliau, yaitu Sulthanul Arifin, Syaikhul Akbar, Raisyul Mukasyifin, …
Read More »Kata Perintah Setelah Larangan (Al-Amru Ba’da al-Nahy)
Para ulama berbeda pendapat mengenai posisi makna kata perintah (al-amr) yang diletakkan setelah ungkapan kalimat yang sebelumnya melarang atau mengharamkan suatu perbuatan. Sebagian berpendapat bahwa ketetapan hukum yang dapat diambil adalah al-ibâhah (menunjukkan makna boleh). Mereka menyandarkan pendapat ini pada beberapa ayat Al-Qur’an, di antaranya adalah: وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُواْ Artinya: “Dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu”. …
Read More »