border=
 border=

Kritik Imam Amidi Atas Kiyas Ghaib Ala Syahid

fdsayewKiyas ghaib ala syahid seperti disebutkan di atas, mendapatkan kritik dari imam amidi. Menurutnya, argumen had, illat, syarat dan dilalah, mempunyai titik kelemahan. Kritik imam amidi berdasarkan argumen berikut:

Kelemahan dari sisi had: Jika dikatakan bahwa di alam fisik sesuatu dikatakan alim karena ia punya ilmu, maka hal ini bisa dikiyaskan ke alam metafisik. Dengan kata lain, sifat ilmu di alam fisik, sama dengan sifat ilmu di alam metafisik. Artinya di alam metafisik sesuatu dikatakan alim, jika ia juga mempunyai ilmu.

 

Kelemahannya, jika antara alam fisik dan metafisik mempunyai kesamaan had, lantas untuk apa dilakukan kiyas? Bukankah kiyas baru bisa dilakukan jika keduanya hanya sama dari sisi illat saja dan bukan had?

 

Jika keduanya beda dari sisi hadnya, dalam artian antar keduanya mempunyai esensi yang berbeda, untuk apa juga dilakukan kiyas? Bukankah kiyas baru bisa dilakukan atas sesuatu yang esensinya sama?

 

Kelemahan dari sini illat dan syarat: Terkait illat dan syarat, seperti yang tertera di atas juga mempunyai kelemahan.

Alam fisik: Mereka mengatakan bahwa illat seseorang dikatakan alim jika ia berilmu. Syarat seseorang dikatakan alim, ia mempunyai ilmu. Illat atau syarat seperti ini hanya berlaku untuk sesuatu yang bersifat jaizul wujud, bukan untuk wajibul wujud.

 

Kelemahan terkati dilalah: Mereka juga menggunakan argumen dilalah, artinya, jika di alam fisik, sesuatu dapat mempunyai sifat tertentu, maka demikian juga di alam metafisik. Alasannya, karena syarat dilalah adalah harus bersifat ithrad.

 

Kelemahannya, sifat seperti ini hanya berlaku bagi sesuatu yang keberadaannya bersifat jaizul wujud, bukan wajib wujud. Artinya sifat tadi hanya bisa diterima di alam fisik, bukan di alam metafisik. Dengan demikian, mengkiyaskan ke alam metafisik menjadi tidak ada gunanya.

 

Abu Ishak mempunyai cara lain untuk memberikan kritik atas kiyas ghaib ala syahid. Menurutnya, kiyas ghaib ala syahid sama artinya menganggap Tuhan sebagai atom yang mempunyai sifat-sifat kebendaan. Karena segala sesuatu yang mempunbyai sifat sama dengan atom, itu artinya, ia juga atom.

 border=
 border=

Check Also

Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim

  Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *