slider

Bayan, Burhan dan Irfan; Sebuah Pengantar

Pemetaan epistem bayan, burhan dan irfan dimunculkan oleh Abid Aljabiri dalam bukunya Bunyatul Aqli al-Aarabi. Kesimpulan Aljabiri tersebut setelah beliau melakukan penelitian terhadap cara pandang ulama Islam klasik dalam menghasilkan berbagai proyek pemikirannya.   Ulama klasik biasa menyebut pakar bahasa dengan istilah bayaniyun.  Mereka menyebut pakar logika Aristetolian dengan istilah burhaniyun dan menyebut para sufi dengan irfaniyun.  Jadi, bayan, burhan …

Read More »

Problem Manhaj Tarjih Muhammadiyah

Tatkala membaca tentang manhaj tarjih Muhammadiyah, saya menemukan tiga episteme yang biasanya dipakai dalam pemetaan pemikiran Islam klasik. Hanya saja, ketika Muhammadiyah mengakui tiga episteme tersebut dan tidak memberikan struktur episteme, dalam pandangan saya, akan menimbulkan problem, di antaranya adalah: 1. Pengakuan terhadap epistem bayan tanpa memberikan struktur, bearti Muhammadiyah menggunakan seluruh piranti ushul fikih bayan, di antaranya Syafii, Hanafi, …

Read More »

Apakah Rasul dan Sahabat Berkhitan?

 Pernah dalam sebuah group, ada yang menanyakan mengenai Rasul saw dan sahabat, apakah beliau berkhitan? Untuk menjawab mengenai pertanyaan di atas, akan saya cantumkan beberapa hadis berikut: Pertama, hadis tentang khitan: ، عن أبي هريرة – رضي الله تعالى عنه – سمعت النبي – صلى الله عليه وسلم – يقول: ((الفطرة خمس: الختان، والاستحداد، وقص الشارب، وتقليم الأظفار، ونتف الآباط))، …

Read More »

‘Ibârah an-Nash

Arti ‘ibârah secara bahasa adalah ta’ bîru al-ru’yâ (mengartikan atau menafsirkan mimpi). Lafazh yang menunjukkan makna tertentu disebut sebagai ‘ibârah, karena ia memberikan penafsiran terhadap sesuatu yang tersembunyi dari ungkapan kalimat. Nash secara bahasa adalah menampakkan sesuatu. Dan yang dimaksudkan nash di sini adalah sesuatu yang terlafazhkan dan dapat dipahami dari al-Qur’an atau al-Sunnah baik nash tersebut zhâhir, mufassar, nash, …

Read More »

Tumpang Tindih Dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah?

Dalam sesi dealog acara Pelatihan Kader Tarjih PCIM, ada yang bertanya mengenai keberadaan konsep yang tumpang tindih di manhaj tarjih Muhammadiyah. Prof Asmuni Abdurrahman dalam bukunya “Manhaj Tarjih Muhammadiyah” mengatakan bahwa Muhammadiyah mengakui sistem ijtihad istislahi, bayani dan ta’liliy. Di sisi lain, Muhammadiyah juga menggakui epistem bayan, burhan dan irfan. Jika diteliti kembali, sesungguhnya ijtihad istislahiy, bayani dan ta’liliy tadi, …

Read More »

Sistem Kaderisasi Ulama Muhammadiyah

 Belakangan terdapat keprihatinan terhadap krisis kader ulama tarjih Muhammadiyah. Jika tidak disikapi secara bijak, maka beberapa tahun ke depan, Muhammadiyah bebar-benar akan kekurangan ulama.   Untuk mengantisipasi kekurangan kader ulama, menurut Prof. Dr. Syamsul Anwar, Muhammadiyah menggunakan dua langkah, yaitu struktural dan pendidikan. Pertama struktural,yaitu dengan memasukkan orang-orang berpotensi ke dalam struktur Muhammadiyah. Di majelis tarjih sendiri, menurut beliau memiliki …

Read More »

Ushul Fikih Muhammadiyah

Dalam sesi dialog dalam Pelatihan Tarjih di PCIM Mesir oleh Prof Dr. Syamsul Anwar, salah seorang peserta mempertanyakan mengenai manhaj tarjih Muhammadiyah. Penanya mengatakan bahwa dalam khazanah pemikiran Islam, terdapat banyak sekali ragam ushul fikih, bergantung kepada madzhabnya masing-masing. Jika di Indonesua hanya dikenal dengan empat madzhab, Kementerian Wakaf Mesir menerbitkan fikih delapan madzhab.   Setiap manhaj dalam ushulfikih mempunyai …

Read More »

Irfani Dalam Muhammadiyah

 Dalam sesi dialog dalam Pelatihan Tarjih di PCIM Mesir oleh Prof Dr. Syamsul Anwar, salah seorang peserta mempertanyakan mengenai episteme irfani yang dianut oleh Muhammadiyah. Menurut penanya, bahwa irfani dalam istilah islam klasik merupakan pengetahuan yang bersumber pada ilham.   Dalam pemikiran Islam klasik, seperti yang dikutip oleh Abid Aljabiri, pengetahuan irfani ini dapat dilacak dari berbagai mazhab sufi. Mereka …

Read More »

Apa Madzhab Teologi Muhammadiyah?

Dalam sesi dialog dalam Pelatihan Tarjih di PCIM Mesir oleh Prof Dr. Syamsul Anwar, salah seorang peserta mempertanyakan mengenai teologi Muhammadiyah. Menurutnya, selama ini Muhammadiyah banyak bergerak dalam ranah fikih, namun jarang menyentuh persoalan teologi. Sebagaimana fikih, teologi juga banyak madzhab, seperti Asyariyah, Muktazilah dan lain sebagainya. Lantas teologi apa yang dianut oleh Muhammadiyah?   Menurut Ketua Majelis Tarjih dan …

Read More »

Apakah Muhammadiyah Madzhab Baru?

 Dalam sesi dialog dalam Pelatihan Tarjih di PCIM Mesir oleh Prof Dr. Syamsul Anwar, salah seorang peserta mempertanyakan mengenai sikap muhammadiyah yang seakan membentuk madzgab baru. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Majelis Tarjih dan Tajdid yang banyak menelurkan hukum fikih, lantas ketetapan hukum tersebut dijadikan sebagai sandarat hukum mengikat bagi warga Muhammadiyah.   Menanggapi hal ini, Prof. Dr. Syamsul Anwar …

Read More »