Dilâlah dibagi menjadi tiga: mutathâbiqiyyah, tadhammuniyyah dan iltizâmiyah. Dilâlah mutathâbiqiyyah adalah petunjuk dari suatu lafazh, persis seperti makna terapan lafazh tersebut. Contoh: Lafazh الانسا ن yang berarti manusia. Lafazh الانسان (manusia), memang diterapkan untuk mengidentifikasikan hewan yang berakal.[1] Ketika maksud dari lafazh persis seperti makna terapan lafazh, berarti telah terjadi persamaan (tathâbuq) antara makna dan pemahaman pendengar. Contoh …
Read More »slider
Perbedaan antara al-Quran dan Hadis Qudsi
Dalam suatu pengajian, kadang kita mendengarkan Kyai menukil hadis qudsi. Dikatakan bahwa hadis qudsi adalah firman Allah. Bukankah al-Quran juga firman Allah? Lantas apa bedanya al-Quran dengan hadis quid. Berikut perbedaan sederhana antara keduanya Al-Quran al-Karim Hads Qudsi Al-Quran merupakan kalam Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw melalui perantara malaikat Jibril. Hadis kutsi merupakan kalam Allah yang diturunkan …
Read More »Mengenal Kiyas Aristetolian
Sebagaimana dalam kiyas ushuli, kiyas mantik (dalil) juga terdiri dari 4 hal, yaitu mukadimah pertama, mukadimah kedua, pengikat dan konklusi Pengikat, seperti illat Konklusi, seperti hukum Jika kita bandingkan dengan kiyas usuli, maka akan kita temukanbahwa rukun kiyas bagi mereka juga empat, yaitu al-aslu, al-far’u, illah dan al-hukmu. Salah benarnya konklusi dalam kiyas Arestotelian ini, sangat bergantung kepada mukadimah pertama. …
Read More »Syarat Wajib Wali; Orang Baik-baik (Adil)
Menurut madzhab Syafi’i bahwa di antara syarat seorang wali, ia adalah orang baik-baik (âdil). Sementara menurut madzhab Hanafi, Hambali dan Maliki, bahwa orang baik-baik tidak menjadi syarat seseorang menjadi wali nikah.[1] Gambaran masalah Madzhab Hukum Bukan orang baik-baik menjadi wali Syafii Tidak sah Hanafi, Hambali dan Maliki Sah [1] Ibid. hal.141-146
Read More »Pengertian Dilâlah Lafzhiyyah
Dilâlah adalah kata umum, mencakup dilâlah lafzhiyyah, dilâlah ghairi lafzhiyyah dan dilâlah aqliyyah. Dalam pembahasan ini hanya akan memfokuskan pada dilâlah lafzhiyyah saja. Hal ini dikarenakan dilâlah lafzhiyyah bersentuhan dengan nash secara langsung. Tujuannya adalah mengkaji dan mengungkapkan maksud dan makna lafazh dalam nash. Menurut Asnawi, dilâlah lafzhiyyah adalah lafazh jika diungkapkan akan dapat dipahami suatu makna bagi mereka yang …
Read More »Kapan Pemisahan Ulama dan Umara?
Dalam sebuah diskusi, ada yang bertanya, kapan ada pemisahan antara ulama dan umara? Bukankah seprang pemimpin dalam Islam, ia harus menguasai urusan agama dan dunia (umuruddin waddunnya)? Sesungguhnya, syarat menjadi pemimpin (khalifah/amirul mukminin) adalah seorang yang paham urusan agama dan dunia (politik). Kenyataannya, sulit menemukan pemimpin yang memenuhi kriteria seperti itu. Sehingga para ulama berpendapat bahwa jika tidak ada …
Read More »Umar bin Khathab Dituduh Melakukan Pencitraan dan Korupsi?
Hari ini saya kaget ketika membaca tulisan yang ditulis oleh Alfian Mujani di situs berikut: http://nasional.inilah.com/read/detail/2074863/jokowi-umar-bin-khatab-dan-pencitraan#.Ul0NO1OxUdU. Judul tulisan, “Jokowi, Umar bin Khatab dan Pencitraan”. Saya sendiri tidak mau tau tentang opini penulis mengenai sikap Jokowi selama ini. Hanya saya terusik ketika penulis menuding bahwa Umar bin Khatab yang membawa beras untuk diberikan kepada rakyat miskin, dianggap sebagai wujud pencitraan belaka. Namun …
Read More »Manthiq Tashdiqi
Selanjutnya, kita akan membahas mengenai mantik tasdiqi. Imam Amidi menyebutnya dengan istilah dalilyang mencakup ke dalam tujuh bahasan: 1. Batasan dalil, bagian dalil akal dan selain dalil akal. 2. Dalil akal yang terdiri dari dua mukadimah 3. Bentuk-bentuk mukadimah 4. Pembagian dalil menjadi qati dan selain qat’I 5. Bentuk-bentuk dalil 6. Pembagian dalil akal 7. Dalil yang dianggap meyakinkan, ternyata …
Read More »Pengantar Pemikiran Politik Islam
Sebelum menginjak pada pembahasan yang lebih rici mengenai pemikiran Politik Islam, khususnya dari perspektif Muktazilah, ada beberapa poin yang harus dicatat: 1. Sebelum mengkai lebih dalam mengenai pembahasan pemikiran politik Islam, khususnya dari kalangan Muktazilah, mau tidak mau kita harus mengkaji mengenai sejarah politik Islam secara umum. Kajian ini akan sangat membantu kita dalam merumuskan model pemikiran politik Islam menurut …
Read More »Dilâlah
Definisi dilâlah Dilâlah adalah suatu petunjuk yang dapat menuntun kita pada pengetahuan tertentu, seperti petunjuk lafazh atas suatu makna, petunjuk isyarat, lambang, kata kiasan, atau akad dalam transaksi tertentu yang menunjukkan pada makna tertentu juga, baik makna tersebut disengaja ataukah tidak, seperti seseorang yang bergerak menandakan bahwa ia masih hidup.[1] Menurut kamus bahasa Muhammad Ridha, dalâlah dan dilâlah adalah isim masdar dari dalla yang artinya sesuatu yang dijadikan …
Read More »