Ushul Fikih

Sarana Mengetahui Ilmu Maqashid; Perubahan Terminologi Bahasa

  Sebelumnya telah kami sampaikan bahwa di antara sarana untuk mengetahui ilmu maqashid adalah dengan memahami konteks bahasa. Hanysa saja, pengetahuan terhadap konteks bahasa saja belum cukup. Acapkali lafal bahasa yang telah mempunyai makna tertentu, lantas dirubah oleh al-Quran menjadi sebuah terminology tertentu. Dengan kata lain bahwa sebelum al-Quran diturunkan, ada sebuah lafal yang maknanya sudah jamak diketahui bersama. Namun …

Read More »

Sarana Mengetahui Ilmu Maqashid; Paham Dengan Konteks Bahasa

  Sebelumnya telah kami sampaikan mengenai urgensi bahasa Arab sebagai salah satu sarana untuk menggali maqashid syariah. Di sini, masih akan kita lanjutkan terkait urgensi bahasa Arab tersebut sehingga kita bias menguak tujuan diturunkanya hokum syariah.   Pengetahuan terkait dengan struktur bahasa Arab atau penguasaan bahasa secara leksikal saja tidak cukup untuk mengetahui mengenai makna yang terkandung dalam kitab suci. …

Read More »

Sarana Mengetahui Ilmu Mqashid: Memahami Struktur Bahasa Arab

    Sebelumnya pernah kami sampaikan mengenai salah satu sarana untuk mengetahui ilmu maqashid, yaitu dengan istiqra atau kajian induktif. Berikut kami sampaikan mengenai cara keduya untuk mengetahui ilmu maqashid, yaitu dengan melihat struktur bahasa Arab. Untuk dapat memahami bahasa Arab secarfa mendalam, dibutuhkan pengetahuan mengenai struktur bahasa Arab secara mendalam pula. Al-Quran dan sunnah nabi Muhammad saw menggunakan bahasa …

Read More »

Antara Ta’lil Al-Adah dan Ibadah

Sebelumnya sudah saya sampaikan bahwa sebagian besar ulama berpendapat, untuk urusan ibadah tidak perlu dicarikan ta’lilnya. Hanya saja, ada sebagian kecil ulama yang memberikan ta’lil baik dalam urusan ibadah maupun al-adah. Di antara ulama tersebut adalah Ibnu ad-Daqiq al-Id. Menurutnya bahwa illat dalam perkara ibadah juga dilakukan oleh para sahabat. Beliau memberikan contoh Umar bin Khathab yang mencium hajar aswad …

Read More »

Prinsip Terkait Urusan Sehari-hari Adalah Ta’lil

Sebelumnya sudah kami sampaikan mengenai ta’lil dalam urusan ibadah. Sebagian besar ulama ushul berpendapat bahwa untuk urusan ibadah tidak ada ta’lil. Semua diserahkan kepada Allah dan manusia cukup mentaati apa yang tertera dalam nas. Maka kaedah yang digunakan sebagai berikut: الاصل فى العبادة التعبد والاتباع Artinya: Prinsip dalam ibadah adalahtaabbud danittiba Meski demikian, terdapat sebagian ulama yang membahas ta’lil dalam …

Read More »

Hujah Tahsiniyat Dalam Al-Quran dan Sunnah

Tahsiniyat lebih melihat pada interaksi manusia terkait dengan keindahan akhlak dan kesempurnaan atas suatu amal perbuatan. Ia tidak seperti dharuriyat yang jika ditinggalkan, akan menimbulkan kerancuan dan kekacauan dalam kehidupan umat manusia. ia juga tidak seperti hajiyat, yang sifatnya memberikan keringanan kepada hamba karena kondisi tertenu. Tahsiniat ada yang terkait dengan ibadah, seperti melaksanakan shalat sunnah sebagai tambahan dari shalat …

Read More »

Hujah Hajiyat Dari al-Quran dan Sunnah Nabi

Sebelumnya telah diterangkan sedikit mengenai hujah dharuriyatul khamsah baik dari sisi al-Quran maupun hadis nabi. Sekarang kita akan masuk secara singkat terkait hujah hajiyat baik dari al-Quran dan sunnah nabi. Hajiyat secara seerhana adalah kebutuhan dasar yang boleh dilakukan untuk memperingan hamba karena kondisi tertentu. Ia diizinkan memilih perbuatan yang lebih mudah (taisir) dan lebih ringan (raful haraj) demi maslahat …

Read More »

Melindungi Kehormatan dan Keturunan Dalam Al-Quran dan Sunnah

Para ulama kadang menggunakan istilah kehormatan (al ird) dengan maksud menjaga diri dari perbuatan zina. Terkangan istilah lain yang dipakai adalah hifzn al bid’I (melindungi kehormatan) atau hifzunnasl (melindungi keturunan). Meski berbeda istilah, namun mempunyai maksud yang sama. Melindungi kehormatan maksudnya adalah menghindari segala sesuatu yang dapat merusak kehormatan seseorang serta mengarahkan agar kehormatan tetap berada di jalur yang benar …

Read More »

Melindungi Harta Dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi

Manusia selalu membutuhkan harta. Ia tidak bias dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Manusia butuh makan untuk dirinya, anak dan keluarganya. Ia juga butuh tempat berteduh. Ia membutuhkan berbagai sarana untuk dapat melakukan berbagai aktivitas. Semua itu membutuhkan harta. Sederhananya. Harta itu merupakan sesuatu yang sifatnya materi dan bisa dimanfaatkan oleh manusia. Harta dalam Islam menempati posisi yang sangat sacral. Ia …

Read More »

Melindungi Akal

Allah memberikan keistimewaan manusia dibandingkan denhgan makhluk lainnya di muka bumi ini karena manusia diberi anugerah akal. Dalam ilmu ushul fikih sering disebutkan bahwa akal menjadi sebab manusia mendapatkan beban hukum. Jika hilang akal seseorang, maka beban hukum yang melekat pada dirinya juga akan diangkat. Terkait hal ini, rasulullah saw bersabda: رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ، عَنِ الَجْمْنُوْنِ الْمَغْلُوْبِ عَلىَ عَقْلِهِ …

Read More »