Malam ini, saya menghadiri dialog umum dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. di Masjid Indonesia Cairo. Acara ini menjadi istimewa, karena pembicaranya adalah salah satu pendiri Jamaah Islamiyah dan pernah menjabat sebagai anggota Dewan Syura Jamaah Islamiyah. Beliau adalah dr Najih Ibrahim. Beliau pernah mendekam dalam penjara selama 24 tahun karena dituduh terlibat dalan pembunuhan presiden Mesir Anwar Sadat.Dalam gerakan Islam, awalnya pemikiran, beliau memang cukup radikal. Namun sejak dipenjara, beliau merevisi berbagai pemikiran sebelumnya.
Menurut beliau bahwa Islam adalah agama rahmat bagi seluruh alam. Dalam al-Quran disebutkan, “”Kami tidak mengutusmu (Muhammad) kecuali menjadi rahmat bagi sekalian alam”. Secara jelas redaksi ayat tersebut adalah rahmat bagi semua alam, bukan bagi seorang muslim saja. Ini artinya bahwa Rasulullah saw. adalah pembawa berkah bagi umat Islam, Kristen, Yahudi, Budha, Hindu, binatang, bahkan kepada benda mati sekalipun.
Beliau mengutip sebuah hadis yang menceritakan mengenai seorang wanita yang masuk neraka, gara-gara ia menyekap kucing dan tidak memberinya makan. Beliau juga mengutip cerita bahwa suatu kali Nabi Muhammad saw. melihat induk burung yang terbang berputar-putar di sarangnya kebingungan. Lantas Rasulullah saw. mengetahui, bahwa burung tersebut sedang mencari anak kecilnya yang hilang. Rasul lantas mengumpulkan para sahabat dan menanyakan kepada mereka, siapakah yang mengambil anak burung itu? Salah seorang sahabat mengakui perbuatannya. Rasulullah saw. lantas meminta kepadanya untuk mengembalikan anak burung tadi ke sarangnya.
Demikianlah kecintaan Rasulullah kepada binatang. Jika dengan hewan saja Rasul memerintahkan kita untuk bersikap kasih saying, apalagi dengan sesama manusia. Dalam berbagai pertempuran, Rasulullah saw. melarang pembunuhan warga sipil. Bahkan setiap kali akan berperang, Rasulullah selalu berwasiat agar para tentara tidak membunuh anak-anak, wanita, orang tua dan juga tanaman.
Dalam al-Quran, Allah berfirman, “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya”.
Secara tegas ayat tersebut memberikan larangan pembunuhan, bahkan membunuh satu orang saja, hukumnya sama dengan membunuh seluruh umat manusia. Sementara siapa saja yang menyelamatkan satu jiwa manusia, maka ia sama artinya dengan menyelamatkan seluruh umat manusia. Betapa agungnya ayat tersebut. Redaksi ayat secara tegas menyebutkan manusia, bukan orang muslim saja. Artinya, seorang muslim harus menjadi pengayom tidak hanya bagi mereka yang seagama, namun bagi mereka yang diluar agama.
Rasulullah memerintahkan kita untuk berbuat adil, kepada siapapun, baik kepada muslim ataupun non muslim. Rasulullah juga melarang kita berhbuat zalim, baik kepada sesame muslim atau kepada non muslim.. Suatu negara, meski ia adalah Negara kafir, namun ia mampu menegakkan keadilan, maka Negara tersebut akan tegak. Sebaliknya suatu negara akan hancur, jika ia tidak dapat menegakkan keadilan, meski ia adalah Negara Islam.
Rasulullah saw. memerintahkan kita untuk menyambung tali silaturrahmi, termasuk kepada orang yang memutuskan hubungan silaturahmi dengan kita.Islam tidak mengenal kekerasan, pengkafiran orang lain atau membenci orang lain. Islam memerintahkan kita untuk membenci kemaksiatan, tapi dilarang membenci pelaku maksiat. Islam memerintahkan kita untuk membenci kekafiran, namun tidak memerintahkan kita untuk membenci ortang kafir.
Pernah ada sahabat yuang meminum khamar, lantas salah seorang sahabat mencacinya. Namun Rasululah melarangnya dan mengatakan bahwa orang yang meminum khamar tersebut, cinta Allah dan Rasulnya. Rasulullah saw. membenci maksiat, namun tidak membenci pelaku maksiat.
Dalam penutup dialognya, Dr Najib Ibrahim berpesan, “Jangan kalian menjadi pembenci orang lain. Jadilah orang yang saling mencintai. Ingatlah bahwa kalian adalah utusan dari Rasulullah saw. kepada umat manusia. Jika kalian berkasih sayang, maka Rasulullah saw dan manusia akan berkasih sayang kepada kalian. Jika kalian membenci manusia, maka Rasulullah saw dan seluruh umat manusia akan membenci kalian. Islam diutuskan untuk seluruh umat manusia dan menjadi rahmat bagi sekalian alam.

