Maudhu bisa terbentuk kalimat bersyarat. Contoh:
(Kulliyah mujibah +) :Jika matahari terbit, pasti ada siang, dan matahari terbit, bearti ada siang
(Kulliyah salibah -) :Tidak mungkin jika matahari ternit, ada malam. Ternyata matahari terbit, bearti tidak ada malam
(Juziyah mujibah +) :Bisa saja, jika terbit matahari, maka akan ada siang.
(Juziyah salibah -) :Tidak setiap matahari terbit, ada malam.
Ada juga bentuk lain yang menggunakan “bisa jadi”. Ia bisa positif, namun bisa juga negatif.
Contoh:
(Kuliyah mujibah +) :Selalu, bahwa hitungan, bisa tunggal jadi atau genap.
(Kuliyah salibah -) :Selalu bahwa tidak semua bilangan itu genap atau ganjil.
(Juziyah mujibah)

