border=
 border=

Ulama Pewaris Para Nabi; Mengapa Janji Allah Kalah Menarik dengan Janji Capres?

gdsa

Setelah penciptaan Adam, Allah mengumpulkan seluruh malaikat dan iblis. Allah menguji tingkat intelektual mereka dihadapan adam as. Lalu allah melontarkan pertanyaan atas nama-nama benda di jagat raya ini kepada malaikar dan iblis. Namun mereka menyerah. Mereka menyatakan ketidaktahuan atas nama nama benda tersebut.

Selanjutnya Allah melontarkan pertanyaan yang sama kepada adam. Dengan terampilnya, seluruh pertanyaan yang diajukan kepada Adam dijawabnya dengan fasih.

Karena ketinggian intelektual Adam ini, maka Allah memerintahkan kepada seluruh malaikat dan iblis untuk bersujud sebagai rasa hormat kepada adam.

Subhanallah, seluruh malaikat dan iblis diperintahkan untuk bersujud. Bukan karena Adam punya kekuasaan dunia, bukan karena Adam kaya raya, atau hal  lain yang bersifat materi. Namun penghormatan luar biasa itu, karena Adam adalah manusia berilmu. Jadi, selain imannay yang teguh, ilmu adam dapat mengangkat derajat Adam dari seluruh makhluk-Nya.
Sejak manusia tercipta itu, bekal pertama adalah iman dan ilmu. Iman dan ilmu menjadi spirit yang dijunjungtinggi oleh agama Islam. Bahkan, ayat pertama yang turun, juga terkait dengan iman dan.

 اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Artinya: Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. (QS. Al-Alaq: 1)
Derajat orang berilmu sangat tinggi. Firman Allah, ”

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ‏

Artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (al-Mujaadilah: 11),

Para penuntut ilmu sama derajatnya dengan mujahidin di medan perang. Firman Allah:
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

 

Artinya:.”Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” {QS. At Taubah 122}.

Dalam sebuah hadis disebutkan:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَرَوَاهُ بَعْضُهُمْ فَلَمْ يَرْفَعْهُ.

Artinya: Dari sahabat Anas bin Malik, beliau berkata: “Rosululloh SAW., bersabda”:“Barangsiapa keluar untuk mencari ilmu, maka dia di jalan Allah, sampai kembali”. (HR Tirmidzi)

 

Jalan menuju majelis ilmu adalah jalan menuju surga. Para malaikat dan seluruh binatang di dunia ini, diperintahkan oleh Allah untuk mendoakan penuntut ilmu. Seluruh makhluk Allah itu, akan mendoakan agar Allah mengampuni dosa penuntut ilmu. Para ulama pun, merupakan pewaris nabi.

Sabda Rasulullah saw:

من سلك طريقا يلتمس فيه علما ، سهل الله له به طريقا إلى الجنة ، وإن الملائكة لتضع أجنحتها لطالب العلم رضا بما يصنع ، وإن العالم ليستغفر له من في السماوات ومن في الأرض حتى الحيتان في الماء ، وفضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب ، وإن العلماء ورثة الأنبياء لم يورثوا دينارا ، ولا درهما إنما ورثوا العلم

Artinya: Barangsiapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, maka allah akan mempermudah jalannya menuju surga. Sungguh malaikat mengepakkan sayapnya untuk penuntut ilmu karena ridha atas apa yang mereka lakukan. Sungguh semua makhluk yag berada di langit dan di bumi, sampai ikan yanhg berada di dalam air, akan berdoa memintakan am[un kepada Allah. Keutamaan orang berilmu dibandingkan dengan orang tidak berilmu, seperti keutamaan bulan dibandingkan dengan planet lainnya. Sungguh ulama adalah pewaris para nabi. Dan nabi tidak mewarisi dinar atau dirham. Mereka mewariskan ilmu. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

 

Masih banyak lagi keutamaan ilmu pengetahuan. Meski posisi penuntut ilmu dan para intelektual di sisi Allah sangat mulia, namun sedikit sekali yang berminat jadi ilmuan (ulama). Orang lebih tertari jadi politisi dibanding jadi ilmuwan.

Demi ambisi politik, rela membentuk relawan, pengerahan masa dengan berbagai macam cara. Bahkan terkadang harus memfitnah dan dengan bahasa yang sangat tidak etis. Dana milyaran rupiah dapat terkumpulkan hanya dalam beberapa bulan demi politik. Tujuannya hanya satu, mendapatkan kue kekuasaan.

 

Memang tidak ada buruknya berpolitik. Semua bergantung pada misi visi dan niat yang dipikul. Namun mengapa mereka tidak melakukan hal yang sama terkait dengan gerakan ilmu dan gerakan intelektual? Mengapa tidak dibentuk relawan penggiat ilmu pengetahuan, penggalangan dana besar-besaran untuk kemajuan ilmu, pengerahan masa untuk gotong royong demi kemajuan ilmu? Apakah janji-janji Allah dan Rasul-Nya yang demikian besar itu masih kalah menarik dengan janji-janji capres?

Padahal ilmu terkait dengan peradaban. Umat Islam generasi awal menjadi pemimpin dunia, karena mereka adalah generasi cinta ilmu. Jika kita ingin maju dan kembali menjadi poros peradaban, gerakan ilmu mutlak dibutuhkan. Wallahu a’lam

 

 border=
 border=

Check Also

Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim

  Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *