border=
 border=

Relasi Antara Maqashid dan Ta’lil

dsaghh

Sebelumnya sudah kami sampaikan mengenai relasi antara ilmu maqashid dengan maslahat. Kali ini kita akan mengkaji terkait hubungan ilmu maqashid dengan ta’lil. Pertanyaannya, apakah ta’lil itu? Ta’lil atau illat adalah sebab atau tujuan atas suatu perbuatan. Jika ada orang membuat kursi, tujuannya adalah agar seseorang bisa duduk di atasnya. Jika ada orang membuat roti, tujuannya barangkali agar bisa dimakan dan membuat orang kenyang. Jadi, illat sesuatu maksudnya adalah tujuan dari suatu perbuatan.

Jika saya mengatakan mengenai hubungan antara ilmu maqashid dengan illat, maksudnya adalah sejauh mana keterkaitan atau illat untuk dapat mengetahui tujuan dasar diturunkannya hukum syariat, atau yang sering popular dengan istilah maqashid syariah.

Bagi ulama ushul, terutama yang konsen di ilmu maqashid berpendapat bahwa Allah menurunkan kitab suci, mempunyai tujuan tertentu. Tujuan inilah yang berusaha disingkap oleh ilmu maqashid. Tujuan tadi, dianggap sebagai illat dalam nas. Menurut Yusuf al-Badawi dalam kitabnya, Maqashid asy-Syariah inda Ibni Taimiyah berpendapat bahwa pengetahuanterhadap illat dari suatu nas, itu merupakan inti dan poin terpenting untuk mengetahui ketetapan hukum syariat. Bahkan menurut Badawi, bahwa pengetahuan terhadap illat ini merupakan syarat mutlak dan terpenting dalam ilmu maqashid.

Pertanyannya, apakah seluruh hukum syariat dapat diketahui ilatnya? Apakah hukuman potong tangan bagi pencuri ada illatnya? Apakah hukum rajam juga punya illat tertentu? Apakah larangan berinteraksi dengan riba, berlaku gharar, korupsi, manipulasi dan perbuatan buruk lainnya ada illat tertentu? Apakah perintah untuk menjalankan puasa ramadhan, haji, shalat juga ada tujuan tertentu? Berbagai lontaran masalah tadi, mejadi pertanyaan besar bagi para ulama ushul.

Para ulama ushul percaya bahwa semua perintah dan larangan Allah tentu mempunyai tujuan tertentu. Hanya saja, tidak semua tujuan itu harus diketahui oleh manusia. Ada suatu persoalan yang tujuan tersembunyi, dan manusia hanya mengetahui hikmah dibalik perintah atau larangan tersebut. Di sini, para ulama ushul membagi suatu perkara yang terkait dnegan ibadah dan muammalah. Meski keduanya merupakan perkara yang sama-sama diperintahkan oleh Allah yang harus dilaksanakan oleh seorang hamba, namun antara keduanya mempunyai perbedaan yang cukup siknifikan. (bersambung….)

 border=
 border=

Check Also

Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim

  Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *