border=
 border=

Pertama: Al-Kalâm Al-Mustaqil Bi’l ‘âm

fgdsag

Yang dimaksud dengan mustaqil adalah bahwa kalimat tersebut sudah sempurna dan sudah dapat dipahami. Yang dimaksud dengan muttashil adalah bahwa ungkapan kalimat bergandengan dengan kalimat sebelumnya.

Contoh:

فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Artinya: “Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. (QS. Al-Baqarah: 183).

Ayat di atas masih umum mencakup siapa saja yang berada dalam bulan Ramadhan. Namun kemudian dikhususkan dengan kalimat selanjutnya, yaitu:

وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Artinya: “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain”. (QS Al-Baqarah: 183)

 

 border=
 border=

Check Also

Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim

  Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *