Seri Kajian Ilmu
๐ป Jamaah: Tadz, babi kan haram. Apakah ia juga najis?
๐ป Ustadz Wahyudi Abdurrahim Lc:
Terkait babi apakah najis atau tidak, terjadi silang pendapat di kalangan para ulama:
โ
Jumhur ulama, seperti Imam Syairazi dari kalangan Syafiiyah berpendapat bahwa babi, baik masih hidup atau ketika sudah menjadi bangkai adalah najis. Dalilnya firman Allah berikut:
ูููู ููุง ุฃูุฌูุฏู ููู ู
ูุง ุฃููุญููู ุฅูููููู ู
ูุญูุฑููู
ูุง ุนูููู ุทูุงุนูู
ู ููุทูุนูู
ููู ุฅููููุง ุฃููู ููููููู ู
ูููุชูุฉู ุฃููู ุฏูู
ูุง ู
ูุณููููุญูุง ุฃููู ููุญูู
ู ุฎูููุฒููุฑู ููุฅูููููู ุฑูุฌูุณู
Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor (QS. Al-Anโam: 145)
Kata “rijsun” yang artinya kotor, maksudnya adalah najis. Selain berdasarkan pada ayat di atas, jumhur ulama juga menggunakan “kiyas awla”, yaitu anjing. Menurut mereka, anjing najis. Padahal kita dalam kondisi tertentu boleh memanfaatkan anjing, seperti untuk berburu dan menjaga rumah. Jika anjing yang masih boleh dimanfaatkan saja najis, apalagi babi yang secara tegas dagingnya diharamkan oleh Allah dan tidak boleh memanfaatkan apapun darinya. Babi jauh lebih kotor dibandingkan dengan anjing.
โ
Dengan demikian, babi secara kiyas awla tadi, lebih najis dibandingkan dengan anjing.
โ Ulama Malikiyyah dan juga Imam Nawawi dari kalangan Syafiiyah berpendapat bahwa babi ketika masih hidup, ia tidak najis. Kata “rijsun” tidak bermakna najis, namun sekadar kotor saja. Sesuatu yg kotor belum tentu najis. Bahkan kata najis sendiri, terkadang maknanya adalah najis hukmiyah dan bukan najis ainiyah. Ini dibuktikan dengan firman allah:
ุฅููููู
ูุง ุงููู
ูุดูุฑูููููู ููุฌูุณู
Artinya :”Sesungguhnya orang musyrik itu najis”. (At.taubah, ayat 28).
โ Ini bukan berarti bahwa orang musyrik najis sehingga ketika bersentuhan dg mereka, maka kita harus bersuci. Maksudnya adalah bahwa orang musyrik tadi najis hukmiyah saja. Artinya sifat musyriknya itu yang najis.
Juga firman allah:
ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขูู
ููููุง ุฅููููู
ูุง ุงููุฎูู
ูุฑู ููุงููู
ูููุณูุฑู ููุงููุฃูููุตูุงุจู ููุงููุฃูุฒูููุงู
ู ุฑูุฌูุณู ู
ููู ุนูู
ููู ุงูุดููููุทูุงูู ููุงุฌูุชูููุจูููู
ููุนููููููู
ู ุชูููููุญูููู
Artinya: โHai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, judi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.โ (Q.S. Al-Maidah : 90)
Kesimpulannya:
1โฃ Ulama sepakat daging babi haram
2โฃ Ulama sepakat babi yang sudah jadi bangkai najis
3โฃ Ulama khilaf seputar babi yang masih hidup. Jumhur ulama mengatakan najis. Sebagian kecil ulama seperti imam Malik dan imam Nawawi mengatakan ia suci. Wallahu aโlam
ใฐใฐใฐใฐใฐ
๐ Raih pahala. Sebarkan
Ikuti kajian lainnya….gabung bersama kami ๐ป
Tim Sang Pencerah
๐ Website: sangpencerah.com
โถ Chanel Telegram : kajiansangpencerah
๐ง Email : websangpencerah@gmail.com


