Dalam sebuah diskusi, ada yang meoltarkan pertanyaan berikut:
Bagaimana sebenarnya Islam di bawa ke Eropa? Dengan pedang seperti yang dilakukan Thariq bin Ziyad? Atau untuk menyelamatkan muslim-muslimah yeng teraniaya seperti yang dilakukan Khalifat Mu’tasim? Atau undangan dari raja-raja Eropa sendiri dimana mereka saling bertikai dan perlu bantuan external?
Jawabnya sebagai berikut:
Harus dibedakan antara masuk Islam dengan masuk kekuasaan wilayah Islam. Banyak wilayah-wilayah non muslim, kemudian masuk ke dalam wilayah Islam dengan ekspansi militer (futuhar islamiyah), bermula dari fathu Makkah hingga futuhat Islamiyah di tanah Eropa. Wilayah Eropa sendiri dikuasai pasukan Muslim dari dua arah, pertama dari Barat, yaitu melalui Spanyol, kedua melalui wilayah Timur, yaitu Turki.
Hanya saja, setelah menjadi kekuasaan Islam, pemimpin Islam memberikan kebebasan mutlak kepada masyarakat untuk masuk Islam atau tidak. Ini yang dimaksudkan bahwa umat Islam masuk ke berbagai belahan dunia tanpa kekerasan. Artinya, para penguasa muslim tidak memaksakan penduduk suatu wilayah agar masuk Islam.
Contoh sederhana, umat Islam menguasai India dan mendirikan dinasti Maghal Islam hingga berabad-abad, namun secara populitas, umat Islam tetap minoritas.
Di Asia Tenggara, Afrika Barat, Tengah dan Timur, Islam berkembang secara damai tanpa melalui ekspansi militer. Saat ini Islam berkembang di berbagai belahan dunia juga tanpa melalui ekspansi militer.
Bedanya dengan imperalis, Islam datang membawa peradaban. Wilayah yang dikuasai umat Islam, rakyatnya dididik dan negaranya dikembangkan sehingga dapat membangun peradaban yang cukup maju.
Dalam sejarah Islam, dimana agama Islam masuk, disitu ada perkembangan peradaban yang luar biasa. Sementara imperalis datang, dengan memperbudak bangsa jajahan dan mengesploitasi hasil alam negeri jajahan demi kepentingan mereka saja.


