border=
 border=

Antara Al-Amr dengan Al-Imam atau Khalifah

 khalifah1Jika pernyataan tadi merupakan hadis nabi, tentu menjadi kesempatan emas bagi Abu Bakar dan suku Quraisy untuk memberikan legitimasi politiknya.
Abu Bakar justru menggunakan argumentasi lain. Ia mengatakan, “Orang Arab akan tunduk kepada suku Quraisy” atau “Suku yang paling pas untuk menjadi pemimpin Arab hanya suku Quraisy”.
Abu Bakar menggunakan istilah “al-amr” atau “imarah”, bukan imam atau aimah. Kata ini dalam al-Quran berarti pemimpinan. Untuk itulah, dalam memberikan jawaban atas argumen politik kaum Anshar, Abu Bakar menggunakan kata al-amir, bukan al-imam. Orang Anshar sendiri juga menggunakan kata al-amir, bukan imam atau khalifah.

Politik adalah urusan dunia (al amr). Ia membutuhkan ijtihad politik, keterbukaan pemikiran , rela musyawarah dan berani membuat berbagai keputusan penting. Politik bukan urusan agama murni yang bersumber dari wahyu dan bersifat taabudi. Ia selalu membutuhkan berbagai ide-ide segar yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

selain itu, pada masa awal silam, lafal al-amr lebih dominan kata al-amr karena ia juga lebih sesuai dengan makna yang terkandung di dalamnya. Al-amr adalah urusan umat. Al-Amar adalah urusan rakyat yang berada di pundak para pemimpin. Kata al-Amar lebih sesuai dibandingkan dengan istilah khalifah atau imam.

 

 border=
 border=

Check Also

Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim

  Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *