Monday, October 22, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Sekilas Sejarah Pencak Silat Tapak Suci di Mesir

Seni bela diri pencak silat asli Indonesia, yakni Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) masuk ke Mesir dibawa oleh para santri Indonesia yang telah belajar Tapak Suci (TS) di Indonesia.

Pelaksana Harian Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) KBRI Cairo, Wahyudi Abdurrahim, di Kairo menceritakan kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) bahwa pada tahun 1980 an mereka para santri hanya berlatih bersama sesama orang Indonesia. Selain untuk membimbing anggota baru, juga untuk silaturahmi antar sesama anggota TS.

“Puskin KBRI Cairo menganggap bahwa seni bela diri pencak silat adalah budaya bangsa yang potensial dan harus dipromosikan ke masyarakat Mesir,” katanya, melalui whatsAap, Minggu (16/9/2018).

Lalu, lanjutnya, Puskin KBRI Cairo menjalin kerjasama dengan TS untuk melatih orang Mesir yang tertarik untuk belajar silat. Hal ini karena pelatih TS cukup banyak, dan hampir setiap tahun selalu ada kader baru yang bisa bergabung untuk menjadi tim pelatih.

Menurut Wahyudi, pada tahun 2011, TS resmi diajarkan di Puskin. Meski pada mulanya cukup berat untuk memperkenalkan bela diri baru ini.

“Karena orang Mesir sudah sangat familier dengan kungfu, karate, taekwondo dan beladiri lainnya. Sementara silat adalah sesuatu yang baru,” katanya melanjutkan.

Wahyudi bercerita, kesulitan lain adalah bahwa tahun 2011, merupakan awal revolusi Mesir. Dan kondisi politik dan sosial tidak menentu. Maka dalam waktu lebih dari satu tahun hanya dapat 3 siswa.

Meski demikian, Puskin tetap semangat untuk menyebarkan silat, melalui perguruan TS ke masyarakat Mesir. Salah satunya melalui media sosial untuk ajang promosi seperti facebook, youtube dan blog.

“Perlahan-lahan, promosi TS membuahkan hasil dan mulai banyak yang mendaftar dan turut bergabung dengan TS di Mesir,” ucapnya.

Seiring waktu, kini murid TS Putra Muhammadiyah yang belajar melalui Puskin, lebih dari 400 orang.

“Saat ini, bahkan Puskin harus menolak para siswa baru. Pendaftaran yang hanya butuh 90 orang, dalam hitungan jam jumlah pendaftar mencapai lebih dari 500 orang,” akunya.

Dan TS Mesir Putera Muhammadiyah, telah banyak ikut andil dalam upaya diplomasi budaya.
Hampir setiap bulan, KBRI melaksanakan safari budaya ke berbagai propinsi di luar Cairo.

“Dan dalam kesempatan itu, TS Mesir selalu ikut tampil untuk memeriahkan acara dan mendapatkan sambutan luarbiasa dari masyarakat Mesir. Salah satunya TS tampil pada Festival Pencak Silat, yang diselenggarakan oleh Puskin KBRI Cairo di Teater Roman terbuka, di Pusat Pemuda Algezera (Markaz Shabab Gezera), Giza, Mesir, Sabtu 15 September 2018 kemarin malam,” tutupnya.

(https://www.timesindonesia.co.id/read/183072/20180917/072246/sekilas-sejarah-pencak-silat-tapak-suci-di-mesir/)

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open