Thursday, December 13, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Atraksi Lompat Lingkar Api dalam Festival Pencak Silat Memukau Pengunjung Warga Mesri

Setelah cabang olah raga Pencak Silat menyumbangkan 8 medali emas pada perhelatan akbar Asian Games di Jakarta-Palembang beberapa waktu lalu, malam hari ini (15/09) seni bela diri itu memeriahkan Teater Roman terbuka, di Pusat Pemuda Algezera (Markaz Shabab Gezera), Giza, Mesir, dalam acara Festival Pencak Silat, yang diselenggarakan oleh Puskin (Pusat Kebudayaan Indonesia) KBRI Cairo.

Festival yang berlangsung dari pukul 18.30 hingga pukul 23.00 itu dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Mesir, Bapak Helmy Fauzy, Utusan kantor Menteri Pemuda dan Olah Raga Mesir, Muhammad Elsafty, direktur Pusat Pemuda Algezera, Amjad Zaghlul, dan lebih dari 500 peserta didik Pencak Silat Tapak Suci Puskin serta pengunjung, yang 90 persen merupakan WNA Mesir.

Selain menampilkan berbagai kemahiran seni bela diri dari berbagai aliran pencak Silat di tanah air terutama Tapak Suci, festival juga mengenalkankan seni beladiri dari negara lain yang ada di Mesir, yaitu Shidokan, Brazilian Jiu Jitsu dan Ninjutsu. Selain menyuguhkan berbagai penampilan, festival ini juga memamerkan ritual pelantikan sabuk peserta silat Tapak Suci Puskin.

Semua penonton, seakan terbawa oleh suasan Festival, mereka mejerit, ketika melihat adegan yang menyakitkan atau menghawatirkan, atau tertawa ketika melihat penampilan yang lucu, dan bertepuk tangan ketika melihat ataraksi yang mengagumkan. Ketika menyaksikan atraksi lompat lingkaran api contohnya, banyak penonton yang bertepuk tangan ketikan melihat Yunus, si anak kecil yang baru umur 10 tahun dapat melakukan lompatan yang indah dan tidak menyentuh api sedikitpun.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI Helmy Fauzy menyatakan bahwa “Pencak Silat merupakan salah satu sarana diplomasi budaya Indonesia di Mesir. Pencak Silat telah ikut serta dalam pagelaran seni di berbagai provinsi yang dilakukan oleh KBRI Cairo bekerjasama dengan pemerintah Mesir. Setiap penampilan, pencak silat selalu mendapatkan sambutan meriah dari para penonton. Ini menunjukkan bahwa pencak silat digemari oleh masyarakat Mesir.”

Menurut Helmy Fauzy, Pencak Silat sebagai seni bela diri yang asli berasal dari Indonesia, ia bagian dari warisan budaya bangsa Indonesia yang menjadi salah satu perwujudan karakter bangsa. “Sebagai sebuah perwujudan karakter bangsa, tak heran bila warisan leluhur tersebut dirasa perlu untuk dijaga dan dirawat bersama dan dikenalkan kepada dunia”, demikian imbuh Duta Besar.

Dalam pidato sambutannya, Direktur Pusat Pemuda Algezera, Amjad Zaghlul, merasa senang dapat bekerja sama dengan KBRI Cairo dalam mengadakan Festival Pencak Silat ini, sebagaiman juga Festival Kebudayaan yang pernah dilakukan di tempat yang sama pada tahun yang lalu. “Kami di Pusat Pemuda Algezera ingin terus bekerjasama dengan KBRI Cairo dalam mengenalkan seni-budaya Indonesia kepada masyarakat Mesir dan warganagara asing lainnya yang ada di Mesir ini”, kata Amjad Zaghlul.

Menurut Usman Syihab, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo, yang membina Puskin, mengungkapkan bahwa Pencak Silat mulai diajarkan dan disebarluaskan untuk masyarakat Mesir melalui Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) sejak tahun 2011. Sejak saat itu, Pencak Silat terus berkembang. Masyarakat Mesir, baik dari kalangan anak-anak, pemuda dan pemudi, banyak yang tertarik dan bergabung untuk mempelajari Pencak Silat. “Saat ini kami di Puskin membina dan melatih lebih dari 400 peserta dididk Pencak Silat Tapak Suci, mereka semua WNA Mesir. Kami memiliki 9 guru pelatih Silat Tapak Suci dari mahasiswa yang sejak di Indonesia memang sudah pelatih Silat, dibantu oleh 5 pelatih dan 35 Asisten Pelatih WNA Mesir, yang mereka asalnya merupakan peserta didik perguran Silat Tapak Suci di Puskin”, demikian ungkap Usman Syihab.

Usman Syihab, yang malam itu dilantik sebagai anggota kehormatan Tapak Suci dengan sabuk biru bintang tiga, juga berharap agar Pencak Silat Tapak Suci dapat segera memperoleh pengakuan resmi dari Pemerintah Mesir sebagai salah satu cabang olah raga nasional Mesir. “Dengan demikian Tapak Suci akan dapat cepat tersebar, dan kita akan dengan leluasa dapat melakukan pelatihan, di mana pun dan kapan pun, dan dapat mengadakan dan mengikuti turnamen di berbagai tingkat” kata Usman Syihab.

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open