Friday, July 28, 2017
Artikel Terbaru
 border=

Kyai Said Aqil Siraj; “Saya Mengatakan Goblok Itu Pada Muhammadiyah”

dfsahjh

 

Beberapa waktu lalu, saya mendapatkna rekaman video diskusi Kyai Said Aqil Siroj. Dalam ceramahnya itu, Sayid Aqil sangat bangga dengan paham Ahlu Sunnah ala NU. Menurutnya, paham Ahlu Sunnah ala NU sudah ada sejak zaman sahabat, bahkan sejak zaman Rasul. “Yang persis zaman Rasul ini ya NU ini”, demikian menurutnya.

 

Saya tidak akan menyanggah pemahaman Pak Kyai Sayid Aqil yang menganggap bahwa NU persis seperti prilaku sahabat nabi. Saya tidak akan menyanggah mengenai klaim sepihak bahwa hanya ajaran NU lah yang dianggap sebagai representatif Ahlu Sunnah Wal Jamaah, sementara selain NU bukan Ahlu Sunnah Wal Jamaah yangtidak sesuai dengan ajaran Nabi.

 

Bagi yang membaca kitab kuning pun paham, kapan istilah Ahlu Sunnah yang terlembagakan itu muncul. Mereka juga tau, bahwa Ibnu Hambal yang berpaham Ahlu Sunnah lebih dulu muncul dibandingkan dengan Imam Asyari. Meski demikian, mereka tidak mau merujuk Ibnu Hambal sebagai paham Ahlu Sunnah, padahal jika dilihat dari rentetan waktu, masa Ibnu Hambal lebih dekat dengan sahabat dibandingkan dengan Imam Syari.

 

Membanggakan kelomponya sendiri itu hal yang sangat wajar.

كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).  (Q.S. Al-Mu’minun : 32 ).

 

 

Dalam ceramahnya pak Kyai mengatakan memuji Rasulullah adalah bagian dari sunnah taqririyah, sehingga membaca ndiba, barzanji, dan maulid nabi merupakan sunnah taqririyah. Jadi goblok orang yang tidak tau kalau ini bagian dari sunnah. “Saya mengatakan goblok itu pada Muhammadiyah”.

 

Yang saya sayangkan dari pernyataan Pak Kyai adalah bahasa yang sangat kasar dan arogan. Layakkah seorang Kyai menggoblok-goblokkan kelompok lain? Etiskah seorang Kyai yang menjadi Ketua sebuah organisasi Islam terbesar dan mengaji puluhan kitab kuning, menganggap goblok dan melecehkan organi sasi Islam lainnya?

 

Pak Kyai, sejak kapan Muhammadiyah menyatakan bahwa memuji Rasulullah itu terlarang? Apakah Anda bisa menunjukkan Fatwa Majelis Tarjih yang menyatakan bahwa memuji Rasulullah itu haram? Jika tidak, bearti Pak Kyai telah memfitnah Muhammadiyah. Pak Kyai sendiri tau, apa konsekwensi bagi penebar fitnah itu.

 

Silahkan Pak Kyai angkat NU setinggi langit. Tapi janganlah dibarengi dengan merendahkan kelompok lain. Kita berislam diajarkan untuk menjaga etika dan kesopanan. Organisasi itu sesuangguhnya bukan agama. Ia sekadar sarana perjuangan untuk menegakkan agama Islam.

 

Rasulullah itu diutus untuk menebarkan kedamaian dan menyempurnakan akhlak. Rasul tidak pernah sekalipun mencaci orang kafir atau orang munafik yang memusuhi beliau. Dengan akhlak ini, ajaran Islam bisa diterima dan tersebar di berbagai penjuru dunia.

 

Anda ini seorang Kyai dan pemimpin organisasi Islam terbesar. Segala perkataan dan perbuatan Anda akan disorot oleh umat.  Jika Anda merendahkan dan mencaci orang lain, jangan salahkan jika kemudian akan muncul reaksi balik dari orang awam yang akan mencerca dan menghina Anda. Mereka berbuat itu, karena meneladani sikap Anda.

 

video lengkapnya baca di link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=TvbnCZWG85g

menit: 1:45:31

 

Comments

comments

7 comments

  1. Mengapa bisa terjadi seperti ini. Menebar rasa tidak nyaman pada kelompok lain. Astaghfirulloh hal adzim…assalamu alaikum Pak Kyai…semoga hanya tergelincir lifah saja. Dan semuanya tetap bersabar

    • Jgn sekali2 melontarkann kata2 kotor apalagi mnyingung golongan lain apa lagi pa kiyai sndiri yg ngomong. Jgn2 kmu ini kiyai salah jln tidak bisa jdi panutan kiyai macam apaan.

    • Wah.. kok pemimpin organisasi besar omongannya ngga dijaga yaa.. prihatin saya. Omongan macam itu cuma ada di pasar2 pak kyai.. astagfirulloh..

  2. Q.S. Al-Mu’minun : 32 yang saya baca di Alquran berbunyi
    ” Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata): “Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya).”

    bukan
    “Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).”

    mohon koreksinya…

  3. gelar KH. tapi perbuatan sangat jauh..
    kok bisa ya orang seperti itu jadi ketua PBNU?? saya prihatin kpd warga NU..
    bagaimana tanggapan warga NU??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>