Friday, January 18, 2019
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Surat Cinta Untuk Kyai Said

fgdash

 

Pak Kyai, terima kasih untuk kritik dan saran kyai Said kepada kami (Muhammadiyah), karena setelah saya cermati dengan kacamata huznudzan, nasehat Kyai Said sangat bagus. Tapi maaf Pak Kyai, menuut saya cara Kyai Said yang sampai menggunakan kata ‘goblok’ dan semisalnya itu menyakitkan dan bisa jadi akan memalingkan orang dari kebaikan. Saya yakin niat Kyai Said pasti bagus, yaitu ingin mengajak orang pada kebaikan, dengan anjuran untuk bershawalat. Tapi niat yang baik tidak serta merta menghalalkan segala cara. Tentu Kyai Said tahu akan hal ini. Apalagi Kyai Said adalah pemimpin salah satu organisasi terbesar di Indonesia, bahkan di dunia, yang kata-katanya diamini oleh banyak orang muslim.

 

Pak Kyai, Syekh Habib Ali Jufri pernah mengingatkan kepada umat Islam mengenai hal seperti ini, yang jika boleh saya terapkan dalam kasus Kyai Said ini, nasehat beliau akan jadi seperti ini: “Kyai Said bisa jadi boleh berbangga, ketika beliau berhasil mengislamkan orang, atau beliau bisa mengantarkan orang ke gerbang pintu hidayah. Dengan begitu, di akhirat kelak ketika beliau menerima lembaran-lembaran ijazah amal, akan terpampang jelas nama-nama yang berislam dan mendapat hidayah dikarenakan beliau. Tapi, saya takutkan dilembaran-lembarang berikutnya, akan muncul nama-nama orang yang justru benci sama Islam, benci pada kebenaran, benci kepada kebaikan karena cara dan tingkah laku kita sebai da’i yang sama sekali tidak mencerminkan bahwa Islam itu baik. Bahwa ajaran yang kita bawa adalah ajaran penuh cinta. Atau lebih-lebih mereka bisa menolak dan berpaling dari kebenaran dan kebaikan murni dikarenakan cara kita dalam menyampaikan kebenaran menyayat dihati mereka.” Tentu maaf jika kata-kata saya kurang berkenan Pak Kyai.

 

Tidak ada maksud untuk mengajari. Sangat tidak ada. Barang kali mungkin Kyai Said khilaf, dan alangkah baiknya jika Kyai Said meminta maaf kepada yang tersakiti, agar hubungan dua sayap Indonesia ini semakun erat dan kuat. Tak lupa mohon doanya, semoga yang masih belajar seperti saya ini kelak bisa menjadi da’i yang ikhlas, bisa mencintrakan Islam yang rahmatan lil’alamin, dan membawa negri kita menjadi lebih baik lagi. Tentu nasehat Habib Ali ini berlaku untuk kita semua, jangan sampai kita yang mengaku sebagai da’i ini, kelak menangis darah di akhirat karena melihat banyaknya lembaran berisi nama-nama orang yang berpaling dari kebaikan dan kebenaran hanya karena tingkah kita yang tidak kita sadari. Wallahu a’lam. (Dengan segala hormat; Alda K Yudha, Aktifis PCIM Cairo)

Comments

comments

 border=
 border=
Open