Tuesday, November 21, 2017
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Muhammad Rifqi Arriza: Hukum Maulid Adalah Mubah

1959744_10152299528958630_513343083_nd

Dalam hukum maulid, saya manut dan taklid dengan pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani. Bahwa asli maulid memang bid’ah, tidak dilakukan oleh 3 generasi awal. Tapi di dalamnya banyak hal baik, di antaranya wujud syukur atas kelahiran Nabi, “sang rahmah”, pembawa risalah, yang jika beliau tidak lahir, Islam tdk akan muncul di muka bumi.

Tapi fatwa beliau ini hendaknya disempurnakan dengan fatwa syekh Hasanain Muh Makhluf (salah satu Grand Syekh Azhar) dan syekh Muh Said Ramadhan al-Buty; Hendaknya peringatan maulid Nabi ini tidak dibarengi dengan kemungkaran dan hal-hal yg dilarang.

Masak ada seh? Sebagai suatu kemungkinan (mumkinat ‘aqliyah), bisa jadi. Dan menurut saya beberapa kasus membuktikan hal itu. Misalnya ada suguhan kopi khusus, untuk Nabi yang akan “datang” saat mahallul qiyam. Atau ada solawat dangdutan yg terdokumentasi di youtube, dll. Biasanya hal ini muncul di suatu daerah yang tidak terjangkau oleh seorang ulama, atau adalah perilaku orang awam yg tdk mau mengindahkan nasehat/aturan main kyainya (ada, dan fakta. Saya menemukan di daerah saya  “tidak patuh terhadap ulama.

Jadi, hukum maulid adalah mubah, paling maksimal mustahab (dianjurkan). Tidak sunah, apalagi wajib. Tidak juga makruh atau haram. Kan ada ulama yg melarangnya? Ya sudah, tidak apa-apa. Ulama berbeda pendapat itu biasa, silahkan ambil yg sesuai dengan ijtihad pribadimu

Bagi yg pro maulid, pujilah Nabi sepuas hatimu, insya Allah beliau akan membalas semua salawat dan salammu 10 kali lipat. Tapi jgn sampai madahmu itu membuatmu sombong dan tinggi hati. Hati-hati dengan hati

Dan bagi yg kontra, silahkan ekspresikan cinta dan takzimmu dengan cara lain, jika memang kegiatan maulid adalah terlarang. Hormatilah perbedaan pendapat dalam agama, bukannya kita sudah biasa berbeda pendapat dlm hukum solat dan puasa? . Tirulah Muhammadiyah, walaupun tidak menganjurkan, tapi juga tdk melarang. Bahkan sering membuat kegiatan perayaan maulid dengan “cara yg berbeda”, dengan tujuan “memanfaatkan even berkumpulnya manusia” untuk tujuan dakwah”.

 

*Muhammadi Rifki Arriza Lc, Ketua PCIM Cairo Mesir

Comments

comments

 border=
 border=

5 comments

  1. Assalamualaikum ustad, saya minta izin untuk menshare atau mengcopy artikel antum untuk saya jadikan rujukan pd artikel saya.. terima kasih.. wass

  2. assalamualaikum ustadz, untuk kalimat ini saya tidak faham “jikabeliau tidak lahir, Islam tdk akan muncul di muka bumi.” … terus agam nabi2 terdahulu bukan Islam? saya pakai referensi Syaikh Zakir Naik, bahwa Islam telah ada sejak zaman nabi Adam a.s. bagaimana pertentangan ini? jazakallah

  3. Ustadz muhammadiyah yg paling pinter…share ke semua umat muhammadiyyah termasuk yg di PP… mereka yg maulidan adalhbsbtas memanfaatkan timing bulan rabiul awal untuk berdakwah dan syiar agama..mereka tdk mngucapkan happy birthday to you…gak…mereka berkumpul mmbaca sirah Rasulullah saw dan mngajak kepada kebaikan layaknya ceramah2 islam…kalo ada makanan setelah acara itumah di resepsi apapun jg ada…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open