Saturday, May 30, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Mengapa Kita Puasa?

Balita berbuka puasa
Puasa pertama
anak TK berpuasa

Ngaji yuk..

“Mengapa Kita Berpuasa?”

Merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim dan muslimah untuk berpuasa. Puasa adalah perintah Allah kepada hambaNya yg beragama Islam. Dengan berpuasa, akan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
Sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.

Artinya: “Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. (Berpuasa) agar kamu bertakwa.”

Ayat di atas menerangkan bahwa puasa dapat meningkatkan ketaqwaan. Ciri-ciri taqwa dapat dilihat dari dua sisi, yaitu pertama meningkatkan hubungan kita kepada Allah (habluminallah) dan kedua, hubungan kita kepada manusia (habluminanas).
Contoh hubungan kepada Allah (habluminallah): Berpuasa melatih kita bersabar, bersikap jujur, melatih ketawadu’an rendah hati dan tidak sombong.
Contoh hablumminannas: berpuasa menjadikan kita peka terhadap nasib orang lain, membantu orang yang kesusahan, merasakan laparnya orang fakir miskin dan mendoakan sesama muslim agar selalu dalam ridho Allah.
Menurut kesehatan puasa mempunyai beberapa manfaat diantaranya;
1. Membersihkan Racun dalam Tubuh
2. Meremajakan Sel Kulit
3. Mengistirahatkan Sistem Pencernaan
4. Mengurangi Gula Darah
5. Menurunkan Berat Badan
6. Membantu Menahan Ngemil Makanan
7. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Masyaallah.. begitu besar hikmah berpuasa, sehingga Allah SWT mewajibkan kita untuk berpuasa.

Semoga puasa kita pada tahun ini diterima Allah, menjauhi segala kemaksiatan, sehingga kualitas ketaqwaan kita semakin meningkat, menjadi hamba-nya yang kuat dan sehat. Amin… (Ummu Muhammad, Cairo, 3 Ramadhan 1441)

Comments

comments

 border=
 border=

2 comments

  1. as.wr.wb ustad
    saya ada persoalan :
    suatu ketika saya sedang mandi, tiba2 ada hayalan menceraikan istri saya, tanpa sadar terucap / terlafas kalimat ‘saya cerai kamu’ ( tanpa ada orang lain dan tanpa ada istri saya di tempat kejadian) dalam hayalan saya seolah berbicara ke istri saya. namun saya tiada niat sebenarnya menceraikan istri saya , jatuhkah talak saya karena hayalan saya seolah menceraikan dia dan terlafas tanpa sengaja karena dorongan hayalan saya?
    tapi saya tiada berniat untuk mencerainya.
    apakah hayalan saya di anggap niat ke istri ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

one × two =

*