Untuk shalat yang dua rekaat, tahiyatnya dudukya iftirasy atau tawarruk?
Jawab:
Duduk iftirasy adalah duduk dengan menegakkan kaki kanan, sementara kaki kiri dibentangkan kemudian menduduki kaki kiri tersebut. Sedangkan duduk tawarruk adalah duduk dengan menegakkan kaki kanan dan menghamparkan kaki kiri ke depan (di bawah kaki kanan), serta duduknya di atas tanah atau lantai
Untuk shalat dua rekaat, sesungguhnya terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama, apakah duduk iftirasy atau tawarruk. Madzhab Hanafi berpendapat bahwa duduknya iftirasy, sementara menurut madzhab Syafii, duduk tawarruk. Yang dirajihkan oleh ulama Muhammadiyah adalah pendapat madzhab Syafii, sesuai dengan hadis riwayat Ibnu Hibban,
الَّتِي تَكُوْنُ خَاتِمَةُ الصَّلاَةِ أَخْرَجَ رِجْلَهُ اْليُسْرَى وَقَعَدَ مُتَوَرِّكًا عَلَى شَقِّهِ اْلأَيْسَرِ.
“(Pada raka’at) yang menjadi penutup shalat, maka beliau duduk tawarruk dengan mengeluarkan kaki kiri dan duduk di atas sisi kirinya.” (HR. Ibnu Hibban)
Juga hadis berikut ini:
الَّتِي تَكُوْنُ خَاتِمَةُ الصَّلاَةِ أَخْرَجَ رِجْلَهُ اْليُسْرَى وَقَعَدَ مُتَوَرِّكًا عَلَى شَقِّهِ اْلأَيْسَرِ.
“(Pada raka’at) yang menjadi penutup shalat, maka beliau duduk tawarruk dengan mengeluarkan kaki kiri dan duduk di atas sisi kirinya.”(HR Ibnu Hibban). Wallahu a’lam


