Antara ulama terdahulu dengan Muhammadiyah mempunyai istilah yang sama, yaitu bayan, burhan dan irfan. Meski demikian, dari sisi makna dan pemakaian, antara keduanya terdapat perbedaan.
Bayan
Ulama Islam Klasik:
Pemikiran bertumpu pada bahasa dengan berbagai cabangnya (nahwu, shaaf, balagha (badi, bayan dan maani) dan lain sebagainya.
Kaedah Bahasa Arab digunakan sebagai sarana berfikir dan mendapatkan ilmu pengetahuan.
Manhaj bayan ini berlaku tidak hanya untuk mengkaji teks alQuran, namun juga masuk dalam ranah ilmu kalam, nahwu, sharaf hadis, fikih, ushul fikih, tafsir dan lain sebagainya.
Muhammadiyah:
Teks al-Quran dan Sunnah sebagai sumber pengetahuan.
Manhajnya bisa bermacam-macam, yang terpenting berkutat dari teks al-Quran dan sunnah
Burhan
Ulama Islam Klasik:
Pemikiran bertumpu dari logika Aristotelian dengan berbagai turunannya (kiyas, istiqra).
Logika Aristetolian digunakan sebagai sarana berfikir untuk menghasilkan berbagai produk ilmu pengetahuan, seperti ilmu ushul fikih, filsafat, sains, sejarah dan ilmu kalam mutaakhirin
Muhammadiyah:
Yang dimaksudkan dengan pendekatan dalam Muhammadiyah adalah pendekatan sosiologim antropologi, sain dan teknologi.
Irfan
Ulama Islam Klasik
Bertumpu pada al-ahwal dan maqamat.
Tujuan akhirnya makrifatullah.
Menggunakan kiyas irfan.
Ilmu pengetahuan yang dihasilkan berdasarkan intuitif, ilham dan kasyf
Hasil pengetahuan sangat subyektif
Muhammadiyah:
Irfan adalah ihsan

