border=
 border=

Solusi Menghindar Dari Jebakan Bayan, Burhan dan Irfan

 Logo MuhammadiyahDalam peta epistemologi pemikiran Islam klasik, setidaknya ada tiga epistem yang biasa digunakan oleh ulama kita, yaitu bayan, burhan dan irfan. Bayan mejadikan bahasa sebagai sumber pengetahuan, burhan menjadikan logika aristetolian sebagai sumber pengetahuan sementara irfan menjadikan intuisi sebagai sumber pengetahuan.
Jika kita menengok ke gerakan Islam Muhammadiyah, dalam Manhaj Tarjih juga dituliskan mengenai tiga istilah tadi, hanya dengan makna yang berbeda.

Bagi yang terbiasa dengan kitab turas, tatkala mendengar tiga epistem dimaksud, dibenaknya akan terlintas berbagai model pemikiran yang biasa digunakan oleh para ulama Islam klasik. Pikiran dia akan tergiring dengan berbagai aliran pemikiran ulama Islam.

Tatkala penulis membaca manhaj tarjih dan menemukan tiga istilah tadi, secara otomatis penulis juga memahami tiga istilah tersebut sebagai model pemikiran yang sama maknanya dengan yang biasa digunakan oleh para ulama kita. Namun setelah ditelaah lebih jauh, kenyataannya istilah yang dipakai oleh ulama Islam klasik dan Muhammadiyah sangat berbeda.

Untuk menghindari “jebakan” tadi, penulis mengusulkan agar istilah yang dipakai oleh Muhammadiyah bisa diganti dengan istilah lain. Penulis mengusulkan manhaj ushuli sebagai pengganti bayan, logika kontemporer sebagai pengganti burhan dan dan ihsan sebagai pengganti irfan. Tinggal kemudian, tiga istilah tadi ditafsirkan secara lebih jelas sesuai dengan paham pemikiran Muhammadiyah.

Barangkali tiga istilah tadi lebih sesuai. Selain itu, pembaca juga tidak akan terjebak dan bingung dengan istilah yang biasa dipakai ulama kita, namun kenyataannya oleh Muhammadiyah dirubah dan diartikan dengan makna yang berbeda.

 border=
 border=

Check Also

Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim

  Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *