border=
 border=

Siapakah Ahlu Sunnah Itu?

gsfah

Berikut kami sampaikan sejarah singkat perkembangan Ahlu Sunnag. Tulisan ini dari geroup WA rumah ilmu, memang masih sangat mentah. Meski demikian kami share di sini, semoga membawa manfaat.

 

Untuk sejarah ahlu sunnah, secara singkat sebagai berkut:
Pada masa Sahabat dan awal dinasti Bani Umayyah belum ada kelompok Ahlu Sunnah yang terlembagakan. Yang sudah terlembagakan waktu itu adalah Syiah, Khawarij, Murjiah, kemudian di akhir bani Umayyah muncul kelompok Muktazilah.
Muktazilah orangnya sangat rasional dan dalam menyikapi ayat mutasyabihat sering mengandalkan takwil. Bagi kelompok Muktazilah, ketika memaknai ayat mutasyabihat secara literal, akan jatuh kepada pemaknaan Tuhan yang literal juga. Akibatnya kita akan “membendakan” Tuhan. Banyak sifat Tuhan yang sama dengan makhluk, lalu kita terima begitu saja seperti halnya sifat makhluk. Bagi kelompok Muktazilah, sikap seperti ini dianggap berbahaya terhadap sisi akidah.  Ia telah menyamakan Tuhan dengan mahluk.

 

Lawan dari Muktazilah yang sangat kritis terhadap paham mereka adalah ahlul hadis. Mereka ini yang banyak berselisih paham dengan Muktazilah. Tokoh utama dari kelompok ahlul hadis ini adalah imam Ahmad bin hambal. Beliau ini bahkan menjadi korban politiknya kelompok Muktazilah.

 

Ahlul hadis dalam kalamnya yang terkait dengan sifat Allah atau ayat mutasyabihat, tidak mau takwil seperti muktazilah. Mereka hanya melakukan tafwidh, atau percaya dengan makna zhahir nas, namun makna yang sesungguhnya diserahkan pada Allah saja.

 

Sezaman dengan imam Ahmad, ada ulama yang bernama Ibnu Kullab. Dia ini secara pemikiran mirip dengan Ahlul hadis, hanya saja, Ibnu Kullab menggunakan takwil layaknya Muktazilah. Bedanya, takwilnya digunakan untuk penguatan dan pembenaran makna zhahir nas.

 

Ibnu Hambal sendiri memandang bahwa pendapat Ibnu Kullab ini cukup berbahaya. Bahkan beliau sering berwasiat kepada para pengikutnya agar menghindari Ibnu Kullab. Ia oleh kalangan Ahlul Hadis dianggap sebagai ahli bidah.

 

Pemikiran Ibnu Kullab cukup berkembang namun tidak pesat. Hanya di kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya datanglah Imam Asyari. Dia ini dulunya Muktazilah. Namun setelah matang dengan pemikiran Muktazilah, dia berfikir ulang dan meneliti kembali hasil telaahnya selama ini. Diakhir kesimpulannya ia menemukan banyak kelemahan dalam pemikiran Muktazilah. Ahirnya dia keluar dari Muktazilah dan mendukung pendapat kelompok ahlul hadis.
Pendapat Imam Asyari sesungguhnya mirip dengan pendapatnya Ibnu Kullab. Bahkan di banyak literatur disebutkan bahwa imam Asyari sesungguhnya menganut mazhab Ibnu Kullab atau kullabiyyah. Ia menggunakan logika untuk mendukung pendapatnya.

 

Pendapat Imam Asyari lebih mencakup dan tajam. Di kemudian hari bahkan banyak mendapatkan dukungan dari kalangan Ahlul Hadis. Dari beliau inilah kemudian muncul istilah Asyariyah. Dari sini pula muncul istilah Ahlu Sunnah.

 

Selain Asyariyah, ahlu sunnah juga dinisbatkan kepada mazhabnya ibnu Hambal. Hal ini karena antara Asyari dengan Hambali ini banyak titik persamaan dan berpijak dari teks yang sama. Bedanya Asyari lebih rasional dan menggunakan logika untuk menguatkan berbagai topangan kalamnya.

Di Asia Tengah muncul imam Maturidi. Secara kalam, pemikirannya hampir mirip dengan imam Asyari. Hanya ada beberapa pendapat saja di antara keduanya yang berbeda. Karena ada kemiripan manhaj ini pula, maka mereka juga dibisbatkan kepada ahli sunnah.

 

Jadi secara garis besar, kelompok Ahli Sunnah erdiri dari  Salafiyah (Hambaliyah), Asyariyah dan Maturidiyah. Ketiganya sama-sama mengkali sebagai pewaris ahlu sunnah. Hanya saja, di perbedaan antara Asyariyah dengan Salafiyah makin lama makin tajam. Dan pada akhirnya saling klaim sebagai ahli sunnah yang paling benar.

 

Asyariyah sendiri, di masa khalaf pendapatnya banyak yang mirip dengan muktazilah. Mungkin karena penggunaan rasional dan juga seringnya berdebat dengan para filsuf sehingga nuansa filsafat rasionalnya sangat kental. inibisa dilihat dari buku Ibkarul Afkar fi Ushuliddinnya imam Amidi yang sangat kentara dengan nuansa filsafatnya.

 

 border=
 border=

Check Also

Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim

  Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *