
Contoh: ada seseorang di dalam rumah. Bisa jadi kita tau detailnya orang tersebut, pakaian dia, apa yang sedang dia lakukan, danlain sebagainya. Tapi bisa jadi kita tidak tau. Kita hanya tau ada orang di dalam rumah
Namun apakah ini bisa dikiyaskan kepada Khaliq?
Kiyas ghaib ala syahid?
Para mutakalimun menolak, karena menurut mereka bahwa Allah mengetahui sesuatu secara global dan secara mendetail sekaligus
Ini juga kanter terhadap para filsuf yang menganggap bahwa pengetahuan terhadap sesuatu secara global, bearti pengetahuan terhadap sesuatu secara detail
Bagi para filsuf, Allah tau juziyyat (partikular), dari kuliyat
Apakah mungkin seseorang mengetahui suatu obyek dari satu sudut, dan tidak mengtahui dari sudut yang lain?
Pendapat pertama: mungkin
Contoh, saya mengetahui ada sebuah buku, tapi saya tidak mengetahui tempatnya di mana
Pendapat kedua: tidak mungkin
Contoh: saya mengetahui ada sebuah buku
Ini adalah satu ilmu
Saya tidak mengetahui mengenai keberadaan buku tersebut
Ini adalah ilmu kedua, atau ilmu tambahan
Jadi ia bersifat independen
Bukan menjadi satu kesatuan dari pengetahuan terhadap buku tadi
Para mutakalimun sepakat, bahwa tidak mungkin seseorang mengetahui sesuatu, tapi disatu waktu tidak mengetahui sesuatu tersebut.
Ada sesuatu yang ada secara imajinatif (bilquwah), namun tidak ada secara realita.
Contoh: bahwa angka 2 adalah bilangan genap
Jika angka 2 tidak ada dalam alam realita, maka ia tetap ada dalam imajinasi kita, bahwa dua adalah bilangan genap

