border=
 border=

Pengamatan yang Benar Akan Mengantarkan Pada Kebenaran

alik-vesela-matematika-31
Pengamatan yang benar akan mengantarkan kita pada kebenaran. Sekadar tambahan, baik buruk juga berlaku di ranah etika. Contoh: korupsi itu buruk. Karena ia mempunyai implikasi negatif. Ia melanggar agama, melanggar jiwa, melanggar kehormatan, melanggar penjagaan terhadap harta, dan lain sebagainya, Karena demikian, maka ia dilarang (diharamkan).

(Pengamatam = proses berfikir / menggunakan akal)? (Logika / manthiq)?
Ya, benar.

Kiyas Iqirani: Korupsi dapat mengakibatkan kerugian harta, kehormatan dan lain sebagainya. Pebuatan tersebut adalah tercela atau buruk (khabaits). Setiap perbuatan tercela (buruk/khabaits), adalah haram. Maka korupsi adalah haram.

Kiyas Istitsnai: Jika korupsi berimplikasi negatif yang dapat merusak harta, agama, kehormatan dan lain sebagainya, maka ia haram. Ternyata korupsi dapat merusak harta, agama, kehormatan dan lain sebagainya, maka ia haram).

Sebagian ada yang berpendapat bahwa nazar tidak dapat menghasilkan ilmu pengetahuan
Namun Imam Amidi berpendapat bahwa nazar yang benar akan dapat mengantarkan kita pada pengetahuan yang benar.

Nazar menurut Imam Amidi adalah proses berfikir terhadap obyek pemikiran melalui susunan kalimat yang tertin dan logis sehingga menghasilkan ilmu pengetahuan yang benar.
Contoh; 4 adalah binatang genap. 4 dapat dibagi sama besar, yaitu 2. (4/2:2) Setiap yang dapat dibagi dua sama besar adalah bilangan genap. Jadi 4 adalah bilangan genap

Bukti 2), bahka kita dapat mengetahui banyak hal yang sebelumnya kita tidak tau. Ini artinya bahwa nazar yang benar dapat menghasilkan ilmu yang benar. Jika ilmu adalah fitrah, tentu kita tidak perlu nazar dan sudah dapat mengetahui sesuatu tanpa ada proses berfikir.

Apakah kata kuncinya nazar dan benar? Benar itu bagaimana?Jika jawaban naql, perlu proses nazar lagi. Apakah intinya persoalannya di proses nazar?

Nazar sederhananya adalah proses berfikir. Jika proses berfikir benar, maka ilmu yang dihasilkan akan benar.
Contoh: 1+1:2

Benar disini, bisa dibuktikan kebenarannya.
Conto: 2-1:1
Jadi 1+1:2 itu benar

Jika ternyata yang kita anggap benar tersebut tidak dapat dibuktikan, bearti salah. Artinya proses berfikir kita salah.
Contoh:2+2:5
Jika dibuktikan: 5-2:3

 border=
 border=

Check Also

Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim

  Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *