border=
 border=

Muhammadiyah Bukan Bermanhaj Salaf; Tanggapan Tulisan Prof Yunahar Ilyas

 

fdahh
Prof.Yunahar Ilyas, Lc, MA ( Ketua PP Muhammadiyah)
Secara bahasa, kata salaf berarti umat terdahulu. Lawan katanya adalah khalaf yang berarti pembaharu. Seseorang ataupun sekelompok orang yang bersumber pada pemahaman agama umat terdahulu disebut salafiyah. Prof. Dr. Yunahar Ilyas,Lc,MA juga menambahkan, bahwa “salafiyah” itu sering merujuk pada dua ulama besar, yaitu Imam Ahmad bin Hanbal dan Rasyid Ridha.” Menurutnya, Muhammadiyah juga memiliki kecenderungan berpaham salafiyah. “Dikarenakan Kiai Dahlan dulu, terpengaruh oleh pemikiran Rasyid Ridha yang menulis al-Manar,” katanya. Meski memiliki pengaruh salafiyah, ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Majelis Tarjih dan Tajdid serta Majelis Tabligh itu, menolak anggapan bahwa Muhammadiyah adalah bagian dari kelompok salaf.

 

 

Jawab:

Salaf secara umum memang umat terdahulu. Biasanya salaf dimaksudkan 3 generasi awal mengikuti sabda Rasulullah saw.

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَجِيءُ قَوْمٌ تَسْبِقُ شَهَادَةُ أَحَدِهِمْ يَمِينَهُ وَيَمِينُهُ شَهَادَتَهُ
“Sebaik-baik manusia adalah orang-orang yang hidup pada jamanku (generasiku) kemudian orang-orang yang datang setelah mereka kemudian orang-orang yang datang setelah mereka. Kemudian akan datang suatu kaum yang persaksian salah seorang dari mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya”[ Al-Bukhaariy dna Muslim).

 

Jadi salaf berkisar antara zaman Rasulullah saw sampai sekitar 300 hijriyah. Jika kita melihat rentang waktu ini, maka kita akan melihat banyak sekali firqah kalam yang muncul. Di antara firqah kalam generasi awal di masa salaf adalah khawarij, syiah dan murjiah. Kemudian muncul muktazilah, Hasyawiyah dan ahlul hadis, setelahnya baru Asyari dan Maturidi. Semua kelompok kalam itu datang di masa salaf.

 

Dalam fikih pun, banyak sekali corak madzhab salaf. Sebagian ulama menyebutnya ada 80 madzhab fikih. Ini artinya ada 80 model cara ijtihad atau ada 80-an model ushul fikih. Di antara madzhab fikih itu juga ada fikih dari kalangan ahli sunnah, syiah, khawarij, zhahiri, dan lain sebagainya. Artinya, generasi salaf telah menghasilkan banyak kelompok kalam dan juga kelompok fikih. Tentu dengan metode ijtihad masing-masing.

 

Imam Ahmad adalah salah satu ulama salaf dari kalangan ahli sunah. Beliau lebih sering disebut sebagai ahlul hadis. Sebelum muncul imam Asy’ari, istilah ahli sunnah belum terlalu popular. Mereka lebih dikenal dengan sebutan kelompok ahlul hadis,

 

Antara ahlul hadis, asyari dan maturidi mempunya titik temu yang sama, yaitu dalam ijtihad terkait ayat mutasyabihat menggunakan dua maslak (cara pandang), yaitu ta’wil atau tafwid. Jika keluar dari dua maslak itu, bearti bukan ahli sunnah. Kelompok Islam yang secara resmi menggunakan ta’wil atau tafwidh adalah Asyari, maturidi, ahlul hadis dan juga kelompok tasawuf. Rasyid ridha bukanlah generasi salaf. Namun ia masuk generasi kontemporer. Ia penganut madzhab Asy’ari. Jadi ia masuk golongan Ahlu Sunnah.

 

Prof. Yunahar Ilyas

 

Meski memiliki pengaruh salafiyah, ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Majelis Tarjih dan Tajdid serta Majelis Tabligh itu, menolak anggapan bahwa Muhammadiyah adalah bagian dari kelompok salaf.

 

Jawab:

Pernyataa ini sangat benar. Muhammadiyah memang bukan bagian dari kelompok salaf. Karena Muhammadiyah datang di abad 20. Muhammadiyah lebih tepat disebut sebagai kelompok gerakan Islam kontemporer. Di poin ini, pendapat Prof. Yunahar sangat tepat.

 
Prof. Yunahar Ilyas
Hal ini dibuktikan dengan pengaruh pikiran Muhammad Abduh, yang juga melandasi gerak dakwah Kiai Dahlan, selain dari Rasyid Ridha. “Karena Muhammad Abduh itu tergolong pemikir modern, atau tokoh pembaharu” tutur Prof. Dr. Yunahar Ilyas. Beliau menegaskan, jikalau “Muhammadiyah itu bermanhaj salaf, bukan bermadzhab salaf,” terangya.

 

Jawab:

Pernyataan di atas sangat rancu. Manhaj salaf itu banyak. Manhaj adalah cara pandang terhadap suatu persoalan. Manhaj mirip dengan metodologi. Dari sisi ilmu kalam, generasi salaf terdapat banyak manhaj. Antara muktazilah dengan syiah, mempunyai manhaj yang berbeda. Demikian juga antara syiah dengan khawarij, ahli sunnah hasyawiyah dan lain sebagainya. Terkadang bahkan antara kelompok kalam tersebut manhajnya  saling berbenturan.

 

Demikian jua jika kita melihat dari sisi ushul fikih, terdapat banyak sekali manhaj yang biasa digunakan oleh ulama generasi salaf. Di atas kami sampaikan bahwa terdapat sekitar 80-an madzhab fikih dari berbagai firqah Islam. Ini artinya terdapat sekitar 80-an manhaj istinbatil ahkam atau 80 model ushul fikih.

 

Jika Muhammadiyah bermanhaj salaf, dari sisi kalam Muhammadiyah ikut manhaj firqah yang mana? Muktazilahkah, khawarij, syiah, ibadhiyah, hasyawiyah, ahli sunnah atau apa? Dari sisi ushul fikih, ikut ushul fikih salaf yang mana? Hambali, Syafii, Ibadhi, Jakfari,Zaidi, Zhahiri, Maliki, Hanafi atau apa?

 

Prof. Yunahar Ilyas

Adapun maksud dari manhaj salaf sendiri berarti mengambil pendapat terbaik dari ulama salaf, dengan merujuk pada al-Qur’an dan Sunnah. “Kalau kelompok salaf kan tinggal ngikut saja sama pendapat ulamanya, sedangkan kita tidak,” jelas pria asal Sumatera ini.

 

Jawab:

Saya sampaikan bahwa manhaj salaf sangat banyak, ada 80-an. Di sini dikatakan “mengambil pendapat terbaik dari ulama salaf, dengan merujuk  pada al-Quran dan sunah”. Pertanyaannya, dari mana kita bisa tau bahwa pendapat tersebut terbaik? Bukankah untuk mengetahui bahwa suatu pendapat sesuai dengan al-Quran dan sunnah atau tidak, membutuhkan sebuah manhaj ijtihad? Lantas manhaj ijtihad ulama  salaf siapa yang dipakai?

 

Jika jawabannya ikut manhaj manhaj salaf, bukankah manhaj salaf dalam ilmu kalam sangat banyak? Manhaj salaf manakah yang diambil? Bukankah manhaj salaf dalam ranah ushul fikih juga sangat banyak, lantas manhaj salaf ushul fikih manakah yang diambil? Jika muhammadiyah menggunakan salah satu dari manhaj salaf, lantas untuk apakah dirumuskan manhaj tarjih Muhammadiyah? Bukankah manhaj tarjih ini, bukan bagian dari salah satu manhaj salaf?

 

 

Prof Yunahar:
Mendengar penjelasan Prof. Dr. Yunahar Ilyas, hadirin yang datang di acara Kajian Malam Sabtu (Kamastu) tersebut, ada yang bertanya terkait “keberanian” ulama Muhammadiyah yang langsung merujuk pada Qur’an dan Hadits. Lantas membandingkan kesalihan ulama Muhammadiyah, dengan para imam Madzhab seperti Imam Syafi’i atau Imam Ahmad bin Hanbal. Untuk merespon pertanyaan ini, Prof. Dr. Yunahar Ilyas menyatakan “ulama Muhammadiyah mengakui keshalihan beliau para imam Madzhab, hanya saja menghadirkan pemahaman Islam yang senantiasa aktual dan dinamis itu bukan berarti harus bersandar pada madzhab tertentu,” katanya. Seperti contoh ketika sedang melakukan thawaf, tentu lebih besar kecenderungan untuk bersentuhan antara laki-laki dan perempuan. Jika menganut madzhab tertentu, maka bersentuhan yang bukan pada muhrimnya, akan membatalkan wudhu seseorang. Analogi sederhana ini mampu menjawab pertanyaan dari salah satu peserta pengajian, yang bertempat di aula gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Jawab:

Bersentuhan dengan perempuan bagi madzhab Syafii yang membatalkan wudhu, lalu ketika tawaf diaggap tidak batal, bagi madzhab Syafii bukan pindah madzhab. Ulama Syafii tetap konsisten dengan ushul fikih yang mereka bangun. Perhatikan pernyataan Imam Syafii yang dinukil oleh Imam Suyuti dalam kitab Asybah wa An-Nazhair berikut ini:

إذا ضاق الأمر اتسع و الضرر يزال

Maksudnya adalah jika sesorang dalam kondisi sulit, maka boleh mengambil sesuatu yang lebih mudah. Darurat yang menghalangi dirinya, harus dihilangkan sehingga ia tidak merasa kerepotan.

 

Kondisi yang terjadi waktu tawaf, itu adalah kondisi darurat. Jika ia bertahan bahwa menyentuh wanita yang bukan muhrim membatalkan wudhu, akan sangat memberatkan bagi dirinya. Maka yang dipakai oleh ulama Syafiiyah dengan menggunakan kaedah di atas. Ini artinya ulama Syafiiyah tetap konsisten dengan kaedah ushul fikihnya dan mereka tidak pindah madzhab.

 

Sesungguhnya Muhammadiyah menganut manhaj tarjih dan bukan manhaj salaf. Manhaj tarjih itu independen dan berbeda dengan berbagai farina manhaj salaf. Untuk apa dirumuskan manhaj tarjih jika kita menggunakan manhaj salaf? Lagi pula, akan timbul problem tatkala muhammadiyah mengatakan bahwa ia mengakui manhaj salaf. Mengapa demikian? Karena dari produk tarjih tidak ada satu kata pun yang menyatakan bahwa Muhammadiyah adalah bagian dari ahli sunnah. Dengan demikian, jika kita mengatakan Muhammadiyah menganut manhaj salaf, sama artinya kita menganut khawarij, muktazilah, jabariyah, qadariyah, hasyawiyah syiah dan sejenisnya. Anggota Muhammadiyah bisa mengikuti salah satu kelompok kalam tersebut, tanpa bisa dianggap salah oleh Muhammadiyah. Jika ada anggota Muhammadiyah yang menganut Syiah, bearti ia benar. Jika ada yang menganut khawarij juga benar, ikut muktazilah juga benar. Sekali lagi ini bisa terjadi, karena genrasi salaf terdapat banyak kelompok Islam dan Muhammadiyah tidak menentukan berafiliasi ke salah satu kelompok tersebut. Wallahu a’lam

 

=====================
Telah dibuka pendaftaran Pondok Almuflihun untuk Tahfez dan Ngaji Turas Islam. Informasi lebih lanjut, hubungi Ust Toyib Arifin (085868753674). Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899 web: almuflihun.com

 border=
 border=

Check Also

Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim

  Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *