border=
 border=

KH. Anang Rikza Masyhadi, MA; Kamu Punya Hak, Tetapi Tidak Menuntut Itu Luar Biasa

9QAb1dW4

Kelola-lah hatimu, karena itu motor penggerak hidupmu. Fisik boleh letih, namun hati tidak boleh ikut lelah. Bila hati sudah lelah, maka hidupmu tidak lagi bergairah. “Anta mayyitun”: engkau seperti orang mati.

Jika hatimu benar, maka benarlah seluruh tindakanmu. Karena hati itu tempat bernaungnya niat. Bila hatimu rusak, niatmu rusak, maka rusaklah perbuatanmu.

إذا صلحت صلح الجسد كله

Waspadalah bahwa banyak orang punya hati tetapi tidak bisa memahami, tidak bisa merasakan! Itu berbahaya!

لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَل.
Punya hati tetapi tidak bisa memahami; punya mata tetapi tidak bisa melihat; punya telinga tetapi tidak bisa mendengar. Orang yang seperti itu bagaikan binatang bahkan lebih hina dari itu. (Qs. [7]: 179)

Berdoalah supaya kita memiliki hati yang ikhlas, hati yang sabar, hati yang welas asih, dan hati yang teduh. Bukan hati yang kufur, tamak, hati yang suka nuntut-nuntut, apalagi hati yang amarah dan maksiat.

Kalau kamu sedang senang lalu bersedekah, itu biasa. Sedang gembira kamu bisa sabar, itu biasa. Tetapi, kalau kamu susah, sempit, terjepit tetap bisa bersedekah, itu luar biasa. Sabar meskipun dalam kondisi sulit itu luar biasa.

Kamu punya hak, tetapi tidak menuntut itu luar biasa. Ketika dicaci maki atau disakiti orang, Allah memberimu hak untuk membalas. Jika kau gunakan hakmu itu, maka itu hakmu. Namun jika kau tidak gunakan hakmu itu dan memilih mencari kemuliaan, maka engkau adalah manusia mulia dan luar biasa.

Akan tetapi kalau kamu punya kewajiban tidak kamu jalankan itu dosa. Jangan cuma bisanya nuntut-nuntut saja. Nuntut gaji, nuntut kenaikan pangkat, nuntut tunjangan, astaghfirullah sedih dan kasihan rasanya melihat orang-orang seperti itu.

Jika kamu dapat warisan itu hakmu. Terimalah warisan itu dengan baik, santun dan biasa-biasa saja. Warisan itu hasil kerja orang lain, hasil kerja orang tuamu, bukan hasil kerjamu. Jadi, kalau kamu ngotot nuntut-nuntut warisan, maka itu memalukan dan menunjukkan siapa dirimu sebenarnya.

Kalau mau terima warisan terimalah; anggap saja warisan itu tidak ada, jangan malah menggantungkannya. Keabadian nilai warisan ada dalam keberkahannya, bukan dalam banyaknya. Ada yang dapatnya banyak tetapi cepat habis dan tidak membekas. Ada yang dapat sedikit tetapi abadi. Bahkan ada yang tidak dapat tetapi lebih kaya daripada yang dapat.

Seperti halnya soal jabatan: belum tentu yang jabatannya tinggi hidupnya lebih tenteram. Belum tentu orang yang uangnya banyak hidupnya lebih bahagia daripada yang uangnya sedikit.

Kalian hidup mencari uang atau mencari kebahagiaan? Mencari ketenteraman atau mencari popularitas? Mencari banyaknya atau mencari berkahnya?

Hiduplah dengan tenang dan tenteram; itu namanya sakinah. Jiwamu harus tenteram, itu namanya “muthmainnah”. Yang bisa masuk surga adalah yang jiwanya tenteram.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ. ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّة. فَادْخُلِي فِي عِبَادِي. وَادْخُلِي جَنَّتِي

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku.

Supaya hatimu tenang, salah satunya adalah dengan dzikir.

الا بذكر الله تطمئن القلوب

Jangan lupa dzikir pagi dan petang, kapan pun dan dimana pun. Jadikan amalan harian. Rasakanlah nikmatnya berdzikir sesudah kalian melakukannya.

Dzikir bukan sekedar melafalkan kalimat-kalimat thoyyibah, asmaul husna atau shalawat Nabi, tetapi shalatmu, baca Quranmu, puasamu, hajimu, sedekahmu itu juga bagian dari dzikir. Kesabaranmu terhadap situasi dan takdir Allah itu juga bagian dari dzikir. Selalu ingat Allah dalam segala situasi juga bagian dari dzikir. Ingat mati itu juga bagian dari dzikir.

 border=
 border=

Check Also

Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim

  Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *