border=
 border=

Kekayaan Jiwa: Harta yang Sesunggunya

2378178Saat ini masih hangat berita Walang dan Saaran, sang pengemis tajir yang bisa meraup untung 25 juta dalam satu bulan. Merkea pura-pura miskin dan memelas meminta uang dengan alasan untuk biaya pengobatan. Mereka bersandiwara menjadi orang tak mampu, sehingga siapaun yang lewat merasa iba dan memberinya sedelah.
Kasus di atas mengingatkan kita, bahwa kita berada di ujung zaman. Manusia sudah tidak memperdulikan dari mana harta yang dia dapat dan kemana akan dibelanjakan. Dalam mencari penghidupan, manusia hanya mencari jalan pintas. Manusia menghaba dengan harta benda. Demi mendapatkan uang, ia rela korupsi atau memanipulasi.

Mental korupsi, ternyata tidak hanya penyakit yang menimpa orang-orang berdasi. Virus mematikan ini pun, telah merasuki rakyat jelata. Merasuki masyarakat “miskin”.

Para koruptor itu, dan juga pengemis tajir tadi, melakukan manipulasi untuk mendapatkan harta, bukan karena mereka tidak mempunyai apa-apa. Bukan kemiskinan yang membuatnya melakukan korupsi, tapi lebuih karena mental tamak.

Berapapun uang yang ada dalam diri kita, jika kita tamak dan rakus, maka uang itu tidaklah cukup. Berapakah gaji perbulannya kepala SKK migas Rudi Rubiandini? 250 perbulan. Namun apakah ia merasa cukup? Ternyata tidak. Buktinya ia masih korupsi.

Saya kadang berfikir bahwa perut kita, paling banter sekali makan hanya cukup 2 piring nasi. Lantas korupsi segitu banyak, untuk apa?
Manusia jika sudah cinta dunia, maka implikasinya ia lupa dengan akhirat. Ia tidak sadar bahwa di dunia hanya beberapa saat saja, setelah itu ia akan menghadap yang Maha Kuasa. Sementara, ratusan mobil mewah dan istana megah yang ia miliki, tidak akan dibawa ke liang lahat.

Penyakit tamak sungguh membahayakan. Hanya mereka yang bersifat kanaah, menerima apa adanya yang dapat selamat dri virus mematikan ini. Sungguh benar Sabda Rasul SAW, “Kekayaan bukan karena banyaknya harta, namun kekayaan adalah kekayaan jiwa”

 border=
 border=

Check Also

Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim

  Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *