border=
 border=

Kajian Markaz Ushuli: Ibnu Rusyd, Penanam Benih Ilmu Maqashid di Andalusia

averroesHari ini (Rabu, 4/6) Kelompok Kajian Markaz Ushuli kembali menggelar diskusi ilmiah di secretariat Markaz Ushuli Karangkajen Yogyakarta. Sebagai presentator, ust Toyib Arifin dengan mengkaji pemikiran Ibnu Rusyd melalui karya beliau, Bidayatul Mujtahid”.

 

 

 

Dalam pemaparannya, beliau menyatakan bahwa Ibnu Rusyd mengalami dua periode politik, yaitu masa Al-Murobitun dan masa Al-Muwahidun. Dua masa pemerintahan ini, memberikan pengaruh terhadap dua kecenderungan situasi keilmuan, yaitu ulum syar’i pada masa Murabitun dan filsafat pada masa Muwahhidun.
 

Dalam proses istinbath ahkam, Ibnu Rusyd mempunyai manhaj sendiri. Ini bisa dilihat ketika kita membaca karya beliau Bidayatul Mujtahid maupun kitab Al-Dharuri fi Ushul Fiqh.  Kitab Al-Dharuri fi Ushul Fiqh sendiri merupakan ringkasan dari kitab ushul fikih al-Mustashfa karya imam Ghazali.

 

 

 

Ilmu Filsafat yang beliau pelajari, secata tidak langsung memberikan pengaruh terhadap cara berfikir beliau yang rasionalis. Dalam menganalisa berbagai manhaj hukum, beliau selalu berusaha memadukan antara logika dan naql, sesuai dengan pengalaman keilmuan beliau.

 

 border=
 border=

Check Also

Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim

  Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *