Ilmu kalam merupakan salah satu cabang ilmu keislaman yang tumbuh berkembang sejak awal-awal munculnya Islam. Ada yang mengatakan bahwa manhaj atau metodologi yang digunakan oleh ulama kalam banyak terinspirasi dari al-Quran. Hal ini terlihat ketika al-Qurab banyak sekali melakukan dialog dengan para kafir Qurasiy, orang-orang atheis, para penyembah berhala, bintang-bintang, Yahudi dan Nasrani, kemudian al-Quran menetapkan bahwa hanya Allah saja Tuhan yang layak disembah.
Ilmu kalam berkembang sebenarnya dengan dua tujuan, yaitu pembelaan terhadap akidah Islam, dan juga melakukan serangan balik kepada pihak lawan guna melumpuhkan argumentasi mereka dan menunjukkan bahwa hanya akidah Islam saja yang paling benar dan layak diikuti. Banyak dari kalangan intelektual non muslim, yang pada akhirnya tunduk dan masuk Islam dengan argumen logis para ulama kalam tersebut.
Salah satu ulama Islam yang sangat getol dalam memperjuangankan akidah Islam melalui ilmu kalam adalah imam Amidi. Beliau telah menulis banyak buku terkait ilmu kalam. Buku beliau yang paling terkenal berjudul Abkarul Afkar fi Ushuludin. Buku ini terdiri dari 5 jilid, dengan pembahasan yang sangat mendetail dan rasional.
Imam Amidi lahir di daerah Amid (Turki) pada tahun 551 H. Nama lengkapnya adalah Ali bin Abi Ali bin Muhammad bin salim. Namun beliau lebih dikenal dengan nama asal daerahnya, yaitu Amid. Sejak kecil, beliau memang sudah tertarik di dunia kelilmuan. Beliau tidak hanya menguasai ilmu kalam, namun juga filsafat, ushul fikih, fikih , mantiq dan lain sebagainya.
Dalam kanian ilmu kalam selanutnya, kami akan membahas ilmu kalam dari kitab karya imam Amidi tersebut. Tentu saja, dengan bahasa yang sudah kami sederhanakan dan kami berikan contoh praktis sehngga akan mempermudah pemahaman pembaca. Kajian tersebut mulanya dari group whatsapp “Rumah Ilmu”, lantas akan kita share di sini.


