Menurut jumhur ulama bahwa wanita haid diharamkan masuk masjid. Sementara Imam Ahmad berpendapat bahwa wanita haid boleh masuk masjid, namun ia harus berwudu terlebih dahulu. Hal ini didasarkan pada Firman Allah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَقْرَبُواْ الصَّلاَةَ وَأَنتُمْ سُكَارَى حَتَّىَ تَعْلَمُواْ مَا تَقُولُونَ وَلاَ جُنُبًا إِلاَّ عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىَ تَغْتَسِلُواْ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.” (QS. Al-Nisâ:43)
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah dan al-Thabrani dari Ummi Salamah bahwa Nabi Muhammad Saw. masuk ke dalam halaman masjid, kemudian beliau bersabda dengan suara keras:
إني لا أحل المسجد لحائض ولا جنب (رواه أبو داود)
Artinya: “Sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid bagi wanita yang sedang haid dan juga junub” (HR. Abu Dawud)
Hanya semua imam empat bersepakat bahwa masuk masjid dibolehkan jika yang bersangkutan memiliki keperluan mendesak, seperti mengambil barang yang ketinggalan atau lain sebagainya. Konon para sahabat sering melewati masjid untuk mengambil air. Mereka melakukan hal itu karena memang tidak ada jalan lain yang dapat ditempuh selain dengan melintasi masjid.
Imam Laits dan Ibnu Hambal membolehkan wanita haid dan nifas masuk masjid, dengan catatan dia berwudhu terlebih dahulu. Hal ini sesuai dengan sebuah hadis yang berbunyi:
روى سعيد بن منصور والأثرم عن عطاء بن يسار قال: رأيت رجالا من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم، يجلسون في المسجد، وهم مجْنبون، إذا توضأوا وضوء الصلاة
Artinya: Diriwayatkan dari Said bin Manshur dan Atsram dari Atha bin Yasar dia berkata, “Saya melihat banyak dari sahabat Nabi Muhammad Saw. duduk-duduk di masjid sementara mereka dalam kondisi junub, setelah mereka melakukan wudhu seperti wudhunya orang mau shalat.
Imam Ahmad dan Muzanni membolehkan wanita nifas dan haid masuk masjid, meski mereka tidak dalam kondisi wudhu. Menurut mereka, hadis larangan wanita haid dan nifas masuk masjid adalah dhaif. Mereka juga berpegang dari hadis nabi yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim:
المسلم لا ينجس
Artinya: “Seortang muslim tidak najis“.
| Gambaran Masalah | Madzhab | Pandangan Hukum |
| Masuk atau Beritikaf di Masjid bagi wanita haid dan nifas
|
Jumhur ulama | Haram |
| Hambali dan Laits | Boleh jika dia berwudhu | |
| Imam Ahmad dan Muzanni | Boleh meski tidak berwudhu |


