ustat sya ingin bbagaimana cara menghargai seseorang yang berbeda pendapat ,trmksih Wasallamualaikumwarrohmattullohiwabarokatu
waalaikum salam.
Perbedaan adalah sunatullah. Dengan perbedaan ini, manusia saling tukar pikiran dan saling memberi masukan. Perbedaan menjadi indah manakal dapat ditata secara rapi. Jika di sunia semua jadi petani, maka siapa yang akan membeli barang dagangan petani? Jika di dunia semu apeagang, siapa yang akan membuat barang dagangannya? Maka semua bergerak sesuai profesinya masing-masing dan saling melengkapi.
Ini pula perbedaan dalam pemikiran itu. Maka kita harus menyadari bahwa perbedaan adalah lumrah. Dengan demikian kita akan berlapang dada manakala menghadapi orang yang berbeda dengan kita. Kita hormati perbedaan pandangan dengan tidak mencela atau merendahkannya.
Terkati sunatullah mengenai perbedaan ini sesuai dengan firman allah berikut:
وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦ خَلْقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَٰنِكُمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّلْعَٰللِمِينَ
Di antara tanda-tanda-Nya yang agung yang menunjukkan kekuasaan-Nya dan keesaan-Nya, yaitu penciptaan langit dan bumi, juga perbedaan bahasa dan kulit kalian. Sesungguhnya di dalam hal itu benar-benar terdapat bukti-bukti bagi orang yang berilmu dan mempunyai mata hati. (QS. Ar-Rum: 22)
Jika perbedaan dengan agama lain, bisa juga dengan berdialog bersama mereka. Dialg pun harus dipilih dengan bahasa yang terbaik. Bukan debat kusir yang hanya akan menimbulkan permusuhan. Perintah dialog dengan cara yang baik tercantum d alam firman allah berikut ini:
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An Nahl: 125).
وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik” (QS. Al ‘Ankabut: 46).
Bahkan kita dilarang untuk menghina dan mengumpat sesembahan agama lain sebagaimana firman allah berikut:
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ
“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan” (QS. Al An’am: 108).
Dengan tidak mengumpat dan merendahkan mereka, maka kita sama saja dengan menghormati diri sendiri. Jika kita menghormati mereka, mereka juga akan menghormati diri kita. Wallahu a’lam
Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan pesantren Almuflihun yang diasuh oleh ust. Wahyudi Sarju Abdurrahmim, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899


