border=
 border=

Bolehkan Orang Kristen Menggunakan Lafal Allah?

allahDi Malaysia, sedang ramai masalah penyebutan lafal Allah bagi orang Kristen. Para ulama di sana mengeluarkan fatwa, bahwa umat Kristen dilarang menggunakan kata Allah. Hanya umat Islam saja yang berhak dan punya wewenang untuk menggunakan lafal tersebut. Namun orang Kristen tidak menerima. Mereka tetap menggunakan kata Allah dalam peribadatan mereka. Akibatnya terjadi konflik. Ada greja yang dilempar batu karena tetap bersikukuh dengan nama Allah. Rebutan “hak paten” ini, sampai sekarang belum selesai. 
Kebetulan tetangga saya di Mesir orang Kristen. Dia punya toko sembako. Di dinding tokonya dipasang gambar Bunda Marya. Uniknya, ia juga menggantung kaligrafi bagus, bertuliskan “Allah”. Di Mesir sendiri, saya banyak punya kawan orang Kristen. Jika bertemu atau pun berpisah, mereka selalu mengucapkan salam layaknya umat Islam. Ketika mendapatkan nikmat, mendapatkan hadiah atau apapun juga, mereka juga mengucapkan Alhamdulillah. Bahkan ketika berdoa, mereka menyebut kata Ya rab dan Amin.

 

Jauh hari sebelum Islam datang, orang musyrik juga menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan mereka. Bahkan ketika ditanya, siapakah Tuhan mereka? Dengan serentak, mereka akan mengatakan, Allah. Lihat ayat berikut:

 “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah.”.” (QS Yunus : 31)

 

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”.” (QS Al- Ankabut : 61)

 

Selain itu, orang Yahudi dan Nasrani di Madinah, baik sebelum Islam datang, hingga Rasul diutus, mereka juga menyebutkan kata Allah untuk Tuhan mereka. Rasulpun tidak protes. Al-Quran bahkan menguatkan bahwa mereka memang menggunakan kata Allah. Coba perhatikan ayat berikut:

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga” (QS. Al-Maidah:73)

Mereka yang mengatakan Allah salah satu dari tiga adalah orang Kristen sesuai dengan paham trinitasnya.

 

Juga ayat berikut:

Orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair itu putra Allah’ dan orang Nasrani berkata: ‘Al Masih itu putra Allah’. (QS: At-Taubah: 30

Dalam kitab tafsir Annasafi, imam Nasafi menyebutkan bahwa kata Allah dalam bahasa Arab, bisa merupakan isim alam, atau isim nakirah yang ditambah dengan al makrifat (ilah yang mu’arraf). Jika ia adalah isim alam, maka Allah memang sebuah nama Tuhan. Jika ia adalah isim mu’arraf, maka Allah dari kata Ilahun, lalu ditambah al litta’rif, lalu jadilah al-ilahu. Karena kata al ilah berat terucap dilidah, maka alif dibadalkan kelam yang ke dua, maka menjadilah Allah.

 

Apa bedanya Allah isim alam dengan Allah sebagai ilah yang muarraf? Jika ia isim Alam, bearti Allah adalah nama Tuhan. Sederhananya, jika ada yang bertanya, siapa nama Tuhanmu? Namanya Allah.

Jika ia muarraf, bearti ia Tuhan yang definitif. Maksudnya definitif bagaimana? Jika ada yang bertanya, siapakah Tuhanmu? Jawabnya Allah. Hanya saja, masih ada soal lanjutan, Allah yang bagaimana? Baru kita definisikan. Ia adalah Allah seperti berikut:

 

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”.  () “Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.  () “Yang menguasai di Hari Pembalasan”.  () “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan”.  (QS. Al-Fatihah:2-5)

 

Allah Tuhanku adalah seperti berikut:

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa () Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. () Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan () dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. (QS. Al-Ikhlas 1-4)

 

Dan masih banyak lagi ayat-ayat al-Quran yang memberikan definisi secara rinci mengenai Allah Tuhan umat Islam yang sebenarnya.

 

Jadi, apakah orag Kriten boleh memakai kata Allah? Jika dilihat dari sejarah dan pengakuan al-Quran sendiri terhadap kata Allah, tidak ada masalahnya mereka menggunakan kata Allah. Toh, Allah yang ada dalam ajaran Islam, berbeda dengan definisi Allah yang ada dalam kitab mereka. Jadi, tidak perlu lah kiranya berebut “hak cipta” tentang lafal Allah.

 

Karena kalau mau rebutan hak cipta, mereka lebih dulu menyebut lafal Allah dibanding umat Islam. Bukankah Islam datangnya belakangan dan sebagai agama terakhir? Bukankah sebeum Islam datang, sudah ada Yahudi, Nasrani dan orang musyrik Mekah?  Demikian kiranya, semoga menjadi maklum bersama.

 border=
 border=

Check Also

Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim

  Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *