Tanya:
Salamβ¦ π ππΊππΊπ ππππππππΊ ππΊππππ ππΎπ»πΊπΌπΊ πΊπ
πΏπΊππππΊπ π½π π½πΊπ
πΊπ ππΊππ, π½πππΊπΊπ ππππ
πΊπ π»πΎπππΊππΊπΊπ π½πΊπ π»πΊπΌπΊπΊπ πππΊπ π½πππΊππΊπππΊπ πππππ ππΊππΊπ»πΊππππΊ. (Sholeh, Cimahi)
Jawab:
Waβalaikum salam
Menurut madzhab syafiβi, makmum diam saja ketika imam membaca surat Al-Fatihah. Makmum baru membaca Al-Fatihah ketika Imam mulai membaca surat-surat dari Al-Qurβan.
Hanya saja, yang namanya membaca itu bukan dalam hati, tapi dizahirkan atau diucapkan dalam mulut, namun dengan suara yang lirih. Maka bacaan dalam shalat, harus keluar dari mulut dan minimal terdengar oleh telinga sendiri.
Dalilnya sebagai berikut:
ΩΩΩΩΨ§ Ω ΩΨ§ ΩΩΨ³ΩΨ¨ΩΨͺΩ ΩΩΨΉΩΩΩΩΩΩΩΨ§ Ω ΩΨ§ Ψ§ΩΩΨͺΩΨ³ΩΨ¨ΩΨͺΩ
ββ¦ Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya β¦.β (Al-Baqarah: 286).
Sesuatu yang dalam hati, berarti belum diusahakan. Setelah keluar dari mulut, itulah yang ia usahakan. Sabda Nabi:
Ψ₯ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ ΨͺΩΨ¬ΩΨ§ΩΩΨ²Ω ΩΨ£ΩΩ ΩΩΨͺΩΩ Ω ΩΨ§ ΨΩΨ―ΩΩΨ«ΩΨͺΩ Ψ¨ΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΩΩΨ³ΩΩΩΨ§ Ω ΩΨ§ ΩΩΩ Ω ΩΩΨͺΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ§ Ψ£ΩΩΩ ΩΩΨΉΩΩ ΩΩΩΩΨ§ Ψ¨ΩΩΩ
βAllah memaafkan umatnya dari apa yang terlintas dalam hatinya selama tidak diucapkan maupun dikerjakan.β (HR. Muslim)
Ungkapan dalam hati belum dianggap, kecuali telah diungkapkan. Jadi mulut harus bergerak terdengar suara lirih. Jika tidak bisa baca karena mulut kaku, baca semampunya saja, namun jika terpaksa bacaan tidak bisa keluar dari mulut, silahkan di baca dalam hati. Hal ini sesuai dengan firman Allah berikut ini:
ΩΨ§ ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΩΨ³Ψ§Ω Ψ₯ΩΨ§ ΩΨ³ΨΉΩΨ§
Artinya: Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya (Al-Baqarah: 286).


