Menurut Muhammad Imarah bahwa hadis Nabi yang mengatakan الأئمة من قريش (kepemimpinan berasal dari suku Quraisy), bukanlah sebuah hadis. Ia hanya ungkapan politik yang dinisbatkan kepada Nabi.
Jika memang ia hadis, mengapa dalam dialog politik di Saqifah, Abu Bakar tidak menggunakan hadis ini untuk menguatkan argumrn politiknya? Padahal jika Abu Bakar menggunakan hadis tersebut, dengan mudah dapat menjawab dan mematahkan argumentasi kaum Anshar yang mengatakan:
منا أمير ومنكم أمير
“Kalua begitu, kami punya pemimpin sendiri (amir) dan kalian juga punya pemimpin sendiri saja”.
Jika pernyataan tadi merupakan hadis nabi, tentu menjadi kesempatan emas bagi Abu Bakar dan suku Quraisy untuk memberikan legitimasi politiknya.
Abu Bakar justru menggunakan argumentasi lain. Ia mengatakan, “Orang Arab akan tunduk kepada suku Quraisy” atau “Suku yang paling pas untuk menjadi pemimpin Arab hanya suku Quraisy”.


Itu sepertinya memang benar hadits (dan sahih menurut muttafaqun ‘alaih), dan bukan hanyak ungkapan politik.
https://pbs.twimg.com/media/CJ3jAAbUkAARfqI.png