Suatu kali, ada seorang teman yang bertanya, bukankah Allah menyatakan bahwa Allah tidak akan memberikan beban kepada seorang hamba melebihi kemampuan yang ia miliki? Tapi mengapa ada orang stres, gila bahkan bunuh diri karena tidak mampu memikul beban masalah yang ia hadapi?
Firman Allah benar adanya. Allah sama sekali tidak akan membebani hamba melebihi kemampuan yang ia miliki. Ketika Allah memerintahkan hambanya untuk shalat, puas, zakat dan haji. Semua diatur sesuai kadar kemampuan hamba. Jika seorang sedang sakit dan tidak dapat shalat dengan berdiri, maka ia diberi keringanan untuk shalat sambil duduk atau berbaring. Jika dalam perjalanan jauh (musafir), ia diberi keringanan untuk melakukan shalat jama qashar.
Demikian juga dengan puasa, ia diperkenankan untuk membatalkan puasa manakala dalam kondisi safar atau sakit. Zakat juga bagi yang sudah sampai nishab, sementara haji bagi yang mampu.
Untuk persoalan keseharian, Allah juga tidak memberikan beban melebihi kemampuan. Pernah suatu kali ada sahabat yang ingin menikah, Ia tidak memiliki apapun sebagai mahar. Rasul saw minta kepadanya untuk memberikan mahar meski hanya cincin besi. Namun ia tidak punya. Lalu Rasulullah saw menanyakan, apakah ia hafal beberapa surat dari al-Quran? Sahabat itu mengiyakan. Dan ia menikah dengan mahar hafalan Quran.
Hanya persoalannya, manusia yang suka memberatkan diri sendiri. Nikah yang sejatinya sangat sederhana, jadi ribet karena tradisi yang dibuat-buat. Ia memaksakan diri harus ada pesta mewah, mahar yang mahal, tempat yang terhormat dan lain sebagainya. Akhirnya ia harus utang. Ia membebani dirinya sendiri. Jika ia menngikuti syariat Islam, tentu tidak akan berat seperti itu.
Juga ketika manusia mendapatjkkan musibah, ia mengeluh, merana, dan stress bahkan hingga gila dan bunuh diri. Itu karena ia tidak mengikuti perintah yang tercanum dalam kitab suci dan sunah Nabi. Jika saja ia bersabar, tawakal kepada Allah, ridha dengan takdir Allah, niscaya ia tidak akan sampai sejauh itu. Memang berat, namun jika hal itu diterapkan, maka kehidupan manusia akan tenang dan bahagia. Sesungguhnya manusia jika mengikuti apa yang sudah digariskan Allah, maka ia akan bahagia di dunia, dan juga di akhirat.

