Sebelumnya, telah kami sampaikan bahwa jika kita ingin mendapatkan simpati dari penduduk bumi dan langit, maka hendaknya kita mencintai Allah, kapan dan dimanapun. Dengan kecintaan kita kepada Allah, maka Allah akan mencintai kita dan seluruh mahkuk di langit dan di bumi juga akan jatuh hati kepada kita.
Untuk menarik cinta Allah, hendaklah kita bersolek diri, berdandan dan menggunakan pakaian dan perhiasan terbaik yang kita miliki. Perhiasan tersebut tidak didapat di pasar-pasar, di mal-mal, atau di tempat-tempat mewah lainnya. Pakaian dan perhiasan itu sesungguhnya ada dalam kitab suci. Ia adalah perhiasan taqwa.
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi ‘auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS. Al-A’râ f:26)
Seluruh tubuh manusia adalah aurat. Jika saja bukan karena pakaian yang menjadi hiasan dan penutup tubuhnya, tentu auratnya akan nampak. Kekurangan tubuhnya akan nampak. Jika hal ini ditambah dengan akhlaknya yang tidak terpuji dan prilakunya yang kurang menyenangkan, maka penampilannya akan semakin buruk. Ia menjadi manusia yang tidak menarik, bukan hanya dari pandangan Sang Pencipta, namun juga bagi mahkuk-Nya. Ia akan dijauhi oleh seluruh penduduk langit dan bumi.
Sebaliknya, jika seseorang baik kepada Allah, bertakwa kepadanya, maka ketakwaan itu akan menjadi perhiasan bagi dirinya. Ia akan menjadi manusia mulia. Ia akan menjadi perhiasan terindah yang dapat menarik siapapun. Meski manusia mempunyai cacat fisik, namun hati mulia, maka Allah akan mengangkat derajatnya. Manusia tidak lagi memandang kekurangan dirinya. Manusia tidak lagi melihat pada fisiknya, namun manusia akan melihat pada indahnya budi pekerti. Bukankan manusia termulia itu dilihat dari takwanya?
Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS: Al Hujarat:13)
Jika dalam berinteraksi dengan orang lain di masyarakat, kita berhias dengan perhiasan dan baju takwa, maka mereka akan mencintai kita. Pakaian takwa adalah pakaian orang-orang shalih.
Dengan takwa, kita akan menjadi manusia yang iffah dan pemalu. Bukan hanya malu kepada manusia, tapi terlebih malu kepada Allah. Kita malu jika melakukan perbuatan tercela, malu melakukan maksiat, karena kita menyadari bahwa Allah selalu mengawasi kita. Kita akan mencari rezki yang halal, bersyukur terhadap anugerah yang telah Allah berikan kepada kita dan tidak iri terhadap anugerah Allah yang diberikan kepada orang lain.
Menarik simpati orang, bukan dengan cara memberikan harta, benda, atau bantuan kepada orang lain, namun dalam hati kita ada pamrih. Barangkali mereka akan suka dengan kita, namun manakala mereka mengetahui hakikat hati kita yang sebenarnya, maka mereka akan menjauhi kita. Pun, jika pemberian kepada orang lain juga didasari oleh rasa pamrih, maka ketika kita sudah tidak mempunyai apapun, mereka akan menghina kita. Apalagi jika yang kita berikan berasal dari harta haram, harta curtain, harta korupsi, maka suatu ketika, Allah akan menghinakan kita. Bukan pujaan dan simpati orang yang akan kita dapatkan, namun hinaan dan cercaan, kita akan menjadi manusia hina di dunia dan di akhirat. Semoga pakaian takwa menjadi perhiasan kita sehari-hari.


