border=
 border=

Kritik Ibnu Hazm Atas Pendapat Para Filsuf

dsaIbnu Hazm adalah seorang ulama Andalusia yang menguasai banyak ilmu pengetahuan. Beliau ushuli, fakih, menguasai ilmu perbandingan agama, sastrawan, pakar logika, kalam, filsafat dan lain sebagainya. Beliau pengagung nalar burhani yang bertumpu pada logika Aristetes. Tidak hanya dalam kajian filsafat, bahkan dalam ilmu fikih dan ushulnya, beliau banyak terpengaruh dengan nalar burhani. Ini nampak sekali dalam kitab ushul beliau al-Ihkam fi Ushulil Ahkam dan kitab fikih al-Muhalla. Beliau bahkan punya buku mengenai penerapan logika Arestoteles untuk penggalian hukum fikih. Buku tersebut berjudul, Attaqrib lihaddil Mantiq Wal Madkhal Ilaihi Bil Alfazh Al-Amiyah Wal Amtsilah Al-Fiqhiyyah.
Meski demikian, beliau tetap kritis terhadap berbagai pandangan para filsuf. Ada pendapat-pendapat para filsuf yang diterima dengan baik dan dianggap sebagai ilmu yang baik, namun ada juga pendapat para filsuf yang dianggapnya telah melenceng dari ajaran kenabian.

Pendapat filsuf yang dianggap baik adalah ilmu-ilmu eksakta. Pendapat filsuf yang ditolak adalah anggapan bahwa alam bersifat qadim dan anggapan bahwa filsafat dapat menyelamatkan manusia kelak di akhirat.

 

Berikut saya nukilkan pendapat Ibnu Hazm terhadap berbagai ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh para filsuf. Penjelasannya yang ditulis oleh Ibnu Hazm sesungguhnya cukup panjang lebar, hanya saya coba ambil inti sari dari perkataan beliau saja

Dalam kitab “Rasaail Ibnu Hazm” yang ditahkik oleh Dr. Ihsan Abbas, Ibnu Hazm berkata:
1. Ketahuilah olehmu, semoga Allah selalu bemberikan taufik kepada kita- bahwa ilmu para pendahulu terdiri dari ilmu filsafat dan ilmu logika, seperti yang banyak dibicarakan oleh Plato, Aristoteles murid plato dan Alexander. Ilmu ini bagus karena memberikan informasi mengenai alam semesta seisinya. Ia mencakup pembahasan genus, nau’, asykhash, jauhar dan a’radh. Ia juga memberikan informasi tentang sistem pembuktian kebenaran (burhan) yang sangat dibutuhkan. Ia dapat menjadi sarana pembuktian sesuatu yang sesunguuhnya salah, sementara oleh orang bodoh diangggap kebenaran.

2. Ilmu hitung seperti yang ditulis oleh Andromakhis dalam bukunya Artimatika. Ia adalah ilmu yang baik, benar dan bersifat burhani (dapat dibuktikan kebenarannya).
3. Ilmu Ilmu masahah (ilmu ukur), seperti yang ditulis oleh Aklidis. Minimal ia ada dua kegunaan, pertama untuk mengukur jarak antar bintang, dan kedua memberikan informasi terkait sistematikan pengangkatan benda. Ia adalah ilmu yang baik, benar dan bersifat burhani (dapat dibuktikan kebenarannya).
4. Ilmu falak seperti yang ditulis oleh Batlemos (Yunani) atau ilmuwan India. Ia adalah ilmu yang baik, benar dan bersifat burhani (dapat dibuktikan kebenarannya).
5. Percaya dengan takdir yang ditentukan oleh ilmu perbintangan (astrologi), adalah salah karena ia tidak dapat dibuktikan (lepas dari dalil burhani).
6. Ilmu kedokteran seperti yang ditulis oleh Abikrot, Galinus dan Diasukrodis. Ia adalah ilmu yang baik, benar dan bersifat burhani (dapat dibuktikan kebenarannya).
7. Ketahuilah bahwa ilmu-ilmu tersebut merupakan ilmu dunia yang bermanfaat tatkala bagi manusia yang masih hidup di dunia.
8. Sementara ilmu kenabian mempunyai tiga manfaat, pertama: untuk memperbaiki akhlak manusia dan kewajiban mengikuti akhlak terpuji, seperti berlaku adil, sikap iffah, jujur, suka menolong, sabar, penyayang, dermawan dan lains ebagainya. Ilmu kenabian memerintahkan manusia untuk menghindari prilaku buruk seperti kebalikan dari prilaku yang telah kami sebutkan tadi.
9. Tidak mungkin memperbaiki diri hanya dengan filsafat lepas dari ajaran kenabian. Selain itu, terkait dengan kajian akhlak, banyak para filsuf yang masih terjadi perbedaan pendapat.
10. Manfaat ilmu kenabian adalah untuk membela orang terzhalimi yang tidak cukup hanya dengan ceramah. Ini mempunyai manfaat besar dan tidak mungkin dilakukan dengan ilmu-ilmu terdahulu (filsafat).
11. Ilmu kenabian dapat menyelamatkan kita setelah kita pergi meninggalkan alam ini. Ilmu filsafat tidak bisa demikian. Siapapun yang mengatakan bahwa filsafat dapat membawa kita untuk selamat di negeri akhirat, maka ia telah berdusta. Karena ia mengatakan ini tanpa bukti (burhan).
12. Para filsuf menganggap alam itu qadim, sementara ilmu kenabian menganggap alam ini hadis. Buktinya semua di alam raya terbukti ada akhirnya. Hanya Tuhan yang Maha Sempurna yang tiada akan berakhir dan bersifat qadim.
13. Sesungguhnya ruang waktu yang ada, tentu ada awalnya dan ada batasnya. Alam raya ada karena ada illat pertama, Ia adalah Sang Pencipta.
14. Apakah alam yang bersifat hadis, butuh pencipta? Tentu saja demikian. Karena segala perbuatan, pasti ada pelaku yang mewujudkan perbuatan tadi.

 border=
 border=

Check Also

Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim

  Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *