Mengenai penggunaan ilmu hisab dalam menentukan awal bulan Ramadhan atau Syawal, sesungguhnya sudah dibahas oleh ulama kita sejak lama. Banyak dari mereka yang membolehkan menggunakan ilmu hisab. Jadi menggunakan sarana ilmu hisab oleh Muhammadiyah untuk menentukan awal bulan, bukanlah perbuatan “bidah” yang baru muncul belakangan ini, sebagaimana sering diklaim oleh banyak orang.
Berikut para ulama yang membolehkan penggunaan ilmu hisab untuk menentukan awal bulan Ramadhan dan Syawal.
Mutharrif Ibnu Abdillah dari kalangan tabiin (seperti dinukil oleh Imam Qurtubi dalam kitab tafsirnya.
Al-Hafiz al-Aini yang bermazhab Hanafi dalam kitab umdatul Qari
Imam Qarrafi yang bermazhab Maliki dalam kitabnya al-Furuq
Imam Abu al-Abbas Ibnu Suraij al-Baghdadi dari mazhab Syafii
Abu Bakar al-Qaffal dan Qadhi Abu Tayyib, seperti dinukil dalam kitab Majmu karya Imam Nawawi dari mazhab syafii
Imam Subki dalam fatawanya dari mazhab Syafii
Ibnu Daqiq dai mazhab Maliki dalam kitab syarhul umdah
Imam Qalyubi dalam kitab Hasyiyah Qalyubi dari mazhab Syafii
Muhyiddin ibnu Arabi dari kalangan sufi dalam kitab Futuhul Makiyyah
Syihabuddin al-Marjani
Imam Qusyairi dari kalangan Sufi dalam Risalah Qusyairiyahnya.
Ibnu Hajar menyatakan bahwa syiah (ismailiyah) membolehkan menggunakan ilmu hisab. Sementara itu, sebagian ulama Syiah Jakfariyah kontemporer juga membolehkan, seperti Thaha Husain dan syaikh Naji Alarabi

