border=
 border=

Julukan Pemimpin Dalam Pemikiran Politik Islam: Imam

b7ralamal-a969e4bd1f
Mengenai julukan imam sebagai pemimpin negara, para analis menyatakan bahwa perkembangan istilah ini erat kaitannya dengan pemikiran kepemimpinan dalam kelompok Syiah. Kata Imam tidak pernah dipakai oleh khalifah Abu Bakar dan Umar. Dokumentasi kenegaraan dan surat-surat yang dikeluarkan negara, sama sekali tidak pernah menggunakan kata Imam.

kata Imam tidak dapat disetarakan dengan lafal khalifah atau Amirul Mukminin. Benar bahwa dalam al-Quran terdapat lafal Imam dan Aimah. Hanya saja, dua kata tadi secara makna berbeda dengan makna yang biasa dipakai oleh kelompok Syiah.

Secara bahasa, Imam adalah orang yang berada di depan. Ia menjadi panutan dan contoh dalam segala sesuatu. Isebut imam shalat, karena ia menjadi panutan bagi para makmum.

Dalam al-Quran, imam digunakan terkait dengan urusan keagamaan dan bukan politik. Imam lebih bermakna ketakwaan dan kenabian.

Berikut makna imam sebagaimana tercantum dalam al-Quran;

“Maka Kami membinasakan mereka. Dan sesungguhnya kedua kota itu benar-benar terletak di jalan umum yang terang (imamim mubin). (Al hijr: 79). Maksud imam di sini adalah jalan yang jelas dan terang benderang.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata/imamim mubin. (Yasin: 22)
Maksudnya adalah Lauh Mahfuzh.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia’. Ibrahim berkata: ‘(Dan saya mohon juga) dari keturunanku’. Allah berfirman: ‘Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim’. (Al-Baqarah: 126)
Maksudnya imam di sini adalah kenabian.

 

Banyak sekali hadis nabi yang menggunakan lafal imam. Kebanyakan makna yang dimaksud adalah mereka yang bagus secara agamanya (takwa).

Dalam sebuah hadis dari Ibnu Auf, Rasulullah saw bersabda, “Orang terbaik dari kalian (a’imatukum) adalah orang yang kalian mencintai mereka dan mereka juga mencintai kalian. Kalian mendoakan mereka dan mereka juga mendoakan kalian. Orang terburuk dari kalian adalah mereka yang murka kepada kalian, dan kalian murka kepadanya. Kalian melaknat mereka, dan mereka juga melaknat kalian (HR muslim). Meski menggunakan kalimat aimah, namun dari susunan kata tadi, sama sekali tidak menunjukkan sebagai imam dalam mafhum politik. Ia lebih sesuai dengan imam dalam ketakwaan dan agama.

 border=
 border=

Check Also

Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim

  Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *