Kata-kata di atas bukan dari saya. Kata indah tersebut merupakan sabda junjungan kita Nabi besar Muhammad saw. Jika Allah dan rasul-Nya telah menetapkan sesuatu, bearti itu adalah sebuah kebenaran. Allah dan rasul selamanya tidak akan pernah inkar janji.
Surga tidak akan dihuni oleh orang-orang yang hatinya dipenuhi sifat iri, dengki dan hasad. Namun surga diperuntukkan bagi mereka yang hatinya bersih dan akal pikirannya lurus. Bagi siapa saja yang selalu peka terhadap saudaranya sesama muslim, selalu menjaga ukhuwah, selalu bersama dalam suka dan duka, bersabar atas sikapnya yang terkadang menjengkelkan, memaafkan jika ia melakukan kesalahan, maka pahala mereka adalah surga. Nabi Muhammad saw. bersabda dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah:
لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
“Kamu semua tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman sehingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian suatu perbuatan jika kalian mengerjakannya, maka kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah ucapan salam di antara kalian”.[1]
Jika kita melihat orang-orang shalih, mreka selalu dicintai banyak orang. Mereka selalu dirindukan masyarakat. Tidak laindan tidak bukan, karena hati mereka bersih. Orag shalih tidak pernah egois, tidakpernah berfikir untuk diri sendiri. Namun orang soleh selalu peka terhadap nasib orang lain. Kecintaannya kepada sesama muslim tersebut kelak akan menjadi bekal dia menuju surga.
Allah akan selalu menaungi hamba-Nya yang shalih. “Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka ia telah berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia, maka hijrahnya juga karena dunia”.
Cinta kepada manusia bukan hanya ungkapan kata-kata. Namun ia adalah kebersihan hati dan kelapangan jiwa. Ia akan melakukan sesuatu yang dapat membawa maslahat bagi orang lain. Ia akan membantu mereka, berkorban demi mereka dan mendahulukan kepentingan mereka dibandingkan kepentingan pribadi. Ia akan membantu orang miskin, menyantuni orang yang kesusahan, mengajar orang yang belum tau apa-apa dan akan melakukan segala perbuatan yang kiranya membawa maslahat bagi orang lain. Dengan sikapnya tersebut, maka ia akan dicintai makhluk-Nya
Kita harus mulai berbenah, belajar untuk mengurangi kecintaan kita kepada diri sendiri. Kita belajar untuk dapat mengedepankan kepentingan orang lain. Kita belajar untuk melihat apa yang mereka butuhkan, lantas kita akan memberikannya dengan suka rela. Jika kita tidak memiliki apapun, kita dapat membantunya dengan kata-kata manis, dengan doa yang ikhlas, semoga Allah melapangkan rezkinya, mempermudah urusannya, menyembuhkan penyakitnya dan demikian seterusnya. Meski hanya satu dua kata, namun hati mereka sudah tentang dan bahagia. Kita telah menabung pahala yang akan kita petik kelak di Akhirat. Mereka tidak akan melupakan kita, dan mereka juga akan mencintai kita.


MAJORITI DRIVER BAS BELAJAR TAK TIGN8I&#G230;SEBAB TU DIA BODOH.MENTALITI RENDAH!!BILA DAH BODOH, SEBAB TU DIA XPAHAM UNDANG2 JALAN RAYA…PASTU MENYUSAHKAN ORANG LAIN….