Sebelumnya sudah saya sampaikan bahwa antara ijtihad semantik dan maqashidi terdapat perbedaan yang cukup mendasar, yaitu dari sisi epistem.
1. Jika semantik menggunakan epistem bayan, maka maqashid menggunakan epistem burhan.
2. Jika semantik lebih bergerak dari tatanan bahasa (baca: Arab), maka maqashid lebih bergerak dari tatanan logika Aristetolian.
3. Jika semantik bersifat juziyat (partikular), maka maqashid lebih bersifat kulliat.
4. Logika maqashid berangkat dari kulli menuju juz’iy, sementara logika semantik dari juz’iy ke kulliy.
5. Logika maqashid ini mirip dengan logika aristetolian. Bahkan Imam Syathibi menggunakan istilah kuliyatul khamsah untuk menyebutkan mengenai daruriyat yang loima. Ini persis yang ada dalam ilmi mantiq yang juga ada istilah kulliyatul khamsah.
Contoh Praktis:
واقموا الصلاة
Mujtahid membaca teks tadi, kemudian mengambil satu kaeda yaitu
الامر يفيد الوجوب الا اذا صرفته قرينة
Kata perintah menunjukkan makna wajib kecuali ada indikasi lain.
dengan kaidah ini, maka mujtahid mendapatkan kesimpulan bahwa shalat hukumnya wajib. Lalu mujtahid menerapkan kewajiban shalat dalam realitas kehidupan
Ijtihad maqashidi
Realitas kehidupan—pembaca teks (mujtahid)—teks (quran sunah)—kesimpulan hukum
Shalat zhuhur mestinya empat rekaat. Ia juga harus dipisah dengan shalat ashar karena waktu yang berbeda. Namun ada seseorang yang realitanya sedang safar. Maka mujtahid membolehkan jama taqdim atau takhir dengan mengambil hukum rukhsah. Perubahan jumlah rekaat dari empat menjadi dua dan dari dua waktu menjadi satu waktu, merupakan inisiatif mujtahid karena melihat relaita seseorang. Dari realita ini, lantas ditarik kepada nas. Lalu diberikanlah kesimpulan hukum.
Ulasan tadi dapat kita ringkas sebagai berkut:
Epistem ijtihad semantik—bayan
Epistem ijtihad maqashidi–burhan
Struktur epistem ijtihad semantik—mantuk mafhum, huruful maani, majaz, hakikat dll
Struktur ijtihad maqashidi: dharuriyat, hajiyat dan tahsiniyat dll
Fokus bahasan ijtihad semantik—keterkaitan antara lafal dengan makna
Fokus bahasan ijtihad maqashidi—makna kaitannya dengan realita sosial maslahat manusia.
Ijtihad semantik bersifat partikular (juziyat)
Ijtihad maqashidi bersifat kuliyat


