Pembacaan terhadap buku, ternyata tidak bisa lepas dari subyektifitas pembaca. Dua buku di ataas, yaitu al-Ibanah an Ushuliddiyanah di karang oleh satu orang, yaitu Imam Asyari. Satu Buku sudah di tahkik, dan buku satu lagi belum ditahkik.
Buku yang sudah ditahkik sangat kental dengan paham kalam Asyari. Buku tersebut telah diuji kebenarannya oleh Dr. Fauqiyah Husein Mahmod, dengan melihat manuskrip-manuskrip yang ada di berbagai perpustakaan dunia.
Sementara buku satu lagi, hanya mengandalkan satu manuskrip saja dan terkesan ada banyak kalimat yang terbuang. Implikasinya, buku karya imam Asyari tadi, jadi sarat dengan akidah Salafiyah.
Sejatinya amanah ilmiah itu sangat penting. ulama kita terdahulu selalu menjaga tentang amanah ilmiyah ini. Berlaku jujur kepada pemilik pemikiran, bukanlah sesuatu yang aib. Justru plagiat dan pemutar balikkan perkataan orang itu, merupakan perbuatan tercela. Jangan karena demi kepentingan kita, maka semua perkataan orang lain diputarbalikkan meksi harus membuang sekian kalimat.

