border=
 border=

Julukan Pemimpin dalam Pemikiran Politik Islam; Khalifah

panji Rosulullah -arts jawara web idIstilah ini banyak dijumpai dalam al-Quran, seperti dalam firman Allah, “Wahai Dawud, sesungguhnya kami jadikan engkau khalifah di bumi, maka terapkanlah hukum di antara manusia dengan benar. Jangan kau ikuti hawa nafsu sehingga kau akan tersesat dari jalan Allah”. Meski dalam ayat di atas menggunakan kata khalifah, namun para ulama menafsirkan ulama sebagai kenabian, bukan khalifha secara politik. Jika toh bermakna politik, ia adalah pemimpin politik untuk Bani Israel.
Di ayat lain, Allah berfirman, “Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi”. (QS. Fatir 39). “’Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi(Nya). (QS. Al-A’raf: 129). “Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), (QS. Al-Anam: 133)

Hanya saja, yang dimaksudkan dengan khilafah di beberapa ayat di atas bukan bermakna khilafah secarta sebagai pemimpin negara, namun khilafah sebagai tugas manusia untuk membangun peradaban di muka bumi. Jadi, khalifah di sini masih bermakna umum.
Selain dalam al-Quran, kata khalifah juga banyak kita temukan dalam hadis nabi muhammad saw. Dari Abi Hazim dia berkata, Aku bersama Abu Hurairah selama 5 tahun. Aku pernah mendengar dia berbicara sesuatu yang ia dengar dari Nabi Muhammad saw, “Dulu Bani Israil dipimpin seorang Nnabi. Tiap kali seorang nabi meninggal dunia, maka akan diganti dengan nabi lain. Sementara itu, tidak ada lagi nabi setelahku. Namun setelahku akan ada khulafa (para pemimpin)”.  Lantas sahabat bertanya, “Apa yang harus kami lakukan?”. Nabi bersabda berilah “Baiat kepada mereka. Beri hak kepada mereka. Allah akan menanyakan mereka aas apa yang sudah mereka pimpin”. (HR. Muslim)

Hadis di atas secara jelas memberikan keterangan mengenai perbedaan mendasar model kepemimpinan antara Bani Israel dan umat Islam. Dalam sistem kepemimpinan untuk bangsa Israel, bahwa  kepemimpinan politik secara langsung menyatu dengan kepemimpinan agama, hal ini terlihat jelas dari redaksi, “Dulu bani Israil dipimpin seorang nabi. Tiap kali nabi meninggal, maka akan diganti dengan nabi yang lain”. Sementara itu dalam Islam, seorang khalifah bukanlah nabi. Karena tidak ada nabi lagi setelah Rasul wafat.

Jika dilihat dari sejarah politik umat, Abu Bakar menggunakan julukan Khalifatu Rasulillah. Dalam berbagai dokumen negara ataupun surat negara, tanda tangannya dibubuhi dengan tulisan Abu Bakar Khalifah Rasulullah.

Pada masa Umar bin Khatab, berbagai dokumen dan surat Negara menggunakan julukan Amirul Mukminin. Alasannya, jika menggunakan kata Khalifatu Khalifatu Rusulillah, akan terlalu panjang. Julukan khalifah setelah Umar nantinya akan lebih panjang lagi sehingga dicukupkan dengan julukan Amirul Mukminin saja.

Dalam pembahasan selanjutnya, istilah Khalifah dengan mafhum politik, dapat dirujuk dari sejarah Islam. Karena dalam al-Quran istilah khilafah lebih bermakna pembangunan peradaban dan bukan politik. Jika terkait dengan politik, al-Quran menggunakan kata Ulul Amri, seperti dalam ayat: “Taatilah allah dan taatilah rasul dan ulul amri dari kalian”. Hadis nabi kadang menggunakan kata Khulafa, imam, imarah dan lain sebagainya.

 border=
 border=

Check Also

Belajar Eksperimental dari Nabi Ibrahim

  Kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang memohon kepada Allah SWT untuk menyaksikan bagaimana cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *