Hari ini saya kaget ketika membaca tulisan yang ditulis oleh Alfian Mujani di situs berikut: http://nasional.inilah.com/
Judul tulisan, “Jokowi, Umar bin Khatab dan Pencitraan”. Saya sendiri tidak mau tau tentang opini penulis mengenai sikap Jokowi selama ini. Hanya saya terusik ketika penulis menuding bahwa Umar bin Khatab yang membawa beras untuk diberikan kepada rakyat miskin, dianggap sebagai wujud pencitraan belaka. Namun yang lebih mengejutkan lagi, Umar dituduh melakukantindakan korupsi.
Coba lihat kalimat berikut:
“Apa yang dilakukan Jokowi sebetulnya meniru Khalifah Umar bin Khatab. Berkeliling kampong dengan membawa bahan makanan pokok untuk diberikan kepada rakyatmiskin agar mereka tak kelaparan.
lalu dibagian lain ia menulis:
Kalau ternyata Jokowi juga terbukti tersangkut kasus korupsi, maka dia patut diduga juga telah mencontoh prilaku Umar bin Khatab dengan motif sekadar pencitraan dan membeli hati rakyat! Sebab, menjadi tidak singkron antara sikap gemar berbagi yang dilakukan Jokowi dengan tindakan merampok harta negara yang nota bene harta rakyat. Semoga Jokowi tidak korupsi…!
Sayangnya tuduhan bahwa Umar hanya melakukan pencitraan politik dan korupsi, sama sekali tidak dilandasi dengan bukti apapun. Penulis hanya sekadar “berkhayal” saja.
Tuduhan penulis tersebut bisa berakibat fatal. Apalagi tuduhan itu sama sekali tanpa didasari oleh bukti nyata, tanpa ada buku rujukan sehingga kebenaran “khayalan” penulis bisa dilacak.
Boleh saja penulis anti dengan Jokowi. Namun jika sikapnya itu sambil membawa-bawa sahabat Nabi dan menuduh mereka melakukan perbuatan tercela tanpa bukti, sudah selayaknya penulis meminta maaf kepada seluruh Umat Islam.

