Dulu, dunia ini gelap gulita. Bukan tidak ada rembulan yang memantulkan cahayanya di malam hari. Bukan karena matahari sudah tidak lagi menyinari bumi. Namun karena dunia ditutup oleh awan kejahilan.
Hanya karena rasa malu dengan masyarakat sekitar, anak putri dikubur hidup-hidup. Hanya demi medapatkan sekeping uang dirham, pelacuran menjadi budaya. Hanya untuk menumpuk harta, riba menjadi bagian dari kehidupan. Hanya fanatik terhadap suku, peperangan antar kabilah menjadi kebiasaan.
Lebih dari itu, mereka tidak mengenal Sang Pencipta. Bulan, bintang, matahari, berhala dan segala benda materi lainnya mereka sembah. Latta dan Uzza dijadikan petunjuk dan tawasul dalam perbuatan keseharian. Dukun menjadi rujukan utama ketika mereka mendapatkan persoalan hidup.
Namun cahaya itu datang. Cahaya yang mampu menyingkirkan awan kejahilan dari bumi manusia. Cahaya yang menjadi petunjuk jalan bagi siapapun yang mau meniti langkah-langkahnya. Cahaya yang mampu merubah tatanan kehidupan, dari penghambaan terhadap berhala, menuju Allah semata. Cahaya itu, adalah Rasulullah saw.
Puji syukurku kepada-Mu ya Allah. Atas rahmat-Mu kepada hambanya, Kau utus seorang Rasul. Atas kasih sayang-Mu, Kau beri manusia dua pusaka. Atas karunia-Mu, Kau kirimkan manusia pilihan.
Shalawat beserta salam semoga tercurah kepada kekasihku, penutup para Nabi. Engkaulah Nabi muhammad shalallahu alaihi wasallam.

