Saturday, November 18, 2017
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Yayasan Al-Muflihun; Cikal Bakal Pesantren Kader Ulama

fdsag

 

Berberapa waktu lalu, saya pulang ke tanah air selama dua minggu. Dalam rentang waktu itu, saya gunakan untuk bersilaturrahmi dan juga mengurus pendirian Yayasan Almuflihun. Yayasan ini akan menjadi cikal bakal Pondok Pesantren Kader Ulama dan Pusat Studi Islam.  Insya Allah ahir bulan ini, izin Yayasan akan turun.

 

Saya sempat bertemu dengan para alumni PCIM di markaz ushuli karangkajen Yogyakarta. Dalam silaturrahmi sosialisasi pendiriyan yayasan, dihadiri oleh para alumni dan mendapatkan sambutan yang luar biasa. Kami berbicara masalah visi misi yayasan dan masalah teknis kedepan.

 

Selain itu, beberapa orang juga saya ajak ke Temanggung untuk melihat lokasi secara langsung. Memang untuk saat ini masih belum luas, hanya sekitar 1 hektar saja. Untuk ukuran pondok pesantren masih belum memadai. Apalagi jika dibandingkan dengan impian kami.

 

Meski demikian, kami berprinsip bahwa kami akan berjalan dengan modal seadanya. Artinya apa yang ada di depan mata saat ini, akan kita kerjakan. Urusan ke depan sambil dipikirkan kemudian.

 

Pesantren Kader Ulama dan Pusat Studi Islam ini memang kami anggap sangat penting. Apalagi di lingkungan Muhammadiyah model pesantren yang benar-benar menjadi pusat penggemblengan ulama syariah belum mencukupi.  Sementara itu, kebutuhan ulama syariat di lingkungan persyarikana sangat mendesak.

 

Dari pengalaman pulang kemarin, saya mendapatkan banyak informasi mengenai krisis kader ulama ini. Rekan saya bahkan bercerita mengenai pesantren Muhamadiyah di Banjarnegara  yang awal pembukaan, santrinya berjumlah 100 orang, dan kini hanya tersisa 17 orang saja. Semakin minimnya jumlah murid itu, ternyata karena krisis SDM ulama.

 

Di kalangan bawah, banyak dari angota persyarikatan yang merindukan pendirian pesantren kader ulama. Untuk urusan pendanaan, bagi anggota Muhammadiyah tidak terlalu menjadi persoalan. Mereka bisa patungan dan dalam waktu tidak lama pesantren akan berdiri. Tapi yang menjadi kendala utama adalah masalah SDM. Jadi SDM ini yang harus segera dicari solusinya. SDM ini yang harus segera dibentuk .

 

Memang menciptakan SDM tidak mudah. Tidak cukup waktu 10 tahun. Namun gerakan ini harus segera dimulai. Jika tidak, maka krisis kader ulama yang selama ini menghantui Muhammadiyah akan semakin kronis.

 

Mengapa Yayasan Almuflihun tidak menginduk ke Muhammadiyah? Alasannya sesunggunya sederhan saja. Untuk menghindari pandangan kontraproduktif yang mungkin terjadi di kemudian hari.

 

Pesantren Almuflihun akan banyak berpijak pada turas Islam dan pemikiran Islam kontemporer. Untuk pemikiran Islam kontemporer mungkin tidak menjadi persoalan. Tapi untuk pijakan turas Islam, ini bisa menjadi  boomerang dalam pengembangan pesantren. Di Pondok Almuflihun, kami akan mengajarkan materi-materi keislaman secara menyeluruh, termasuk di antaranya kajian fikih mazhab dan sejarah ilmu kalam. Tujuannya agar kader benar-benar menjadi ulama yang berwawasan luas. Ulama yang tidak fanatil terhadap satu mazhab saja. Ia paham perbedaan pendapat di kalangan ulama secara mendetail dan juga mengerti mengenai sebab dan sumber perbedaan tadi. Dengan demikian, tatkala ia akan melakukan proses ijtihad, ia dapat memilih pendapat yang dianggap kuat secara lebih obyektif.

 

Jika atas nama Muhammadiyah, pesantren yang berbasic turas tadi, ditakutkan akan kontraversi. Apalagi memang ada materi yang bersinggungan dengan materi pondok salaf NU, seperti  kajian fikih Syafii dan kalam Asyari. Jika sudah ada pandangan kontraproduktif, maka perkembangan pesantren menjadi tersandera. Pesantren tidak bisa bebas berkreasi untuk mencetak kader. Padahal ini yang sesungguhnya kami cita-citakan.

 

Untuk Pusat Studi Islam, hemat kami kajian keislaman di lingkungan persyarikatan masih kurang memadai. Padahal persoalan umat sangat komples. Saat ini yang kita hadapi tidak hanya berkutat pada fikih klasik, tapi juga persoalan kontemporer.  Tema fikih muamalah saja, sudah sangat jauh berubah. Banyak persoalan baru yang butuh pemecahan. Belum lagi jika kita bicara tentang pemikiran Islam secara umum; masalah liberalisasi, demokrasi, sekularisasi, konsep kenegaraan, sistem ekonomi Islam kontemporer, Islamisasi ilmu pengetahuan dan lain sebagainya, semua itu butuh pemecahan. Di sini, kami akan berusaha untuk berijtihad. Di pesantren ini, santri akan kami gembeng agar peka terhadap persoalan umat dan mampu memberi solusi alternatif yang sesuai dengan pandangan syariah.

 

Meski kami tidak menginduk kepada Muhammadiyah, namun kami tetap mengusung visi dan misi Muhammadiah. Harapan kami, kedepan pesantren ini benar-benar sesuai dengan yang dicita-citakan, yaitu menjadi pesantren kader ulama dan pusat studi Islam.

 

 

 

Comments

comments

 border=
 border=

One comment

  1. Lokasinya temanggungnya dimana ustsdz???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open